2

“Masuk Angin”: Pemahaman Keliru tentang Flu di Indonesia

Dalam budaya kesehatan Indonesia, istilah “masuk angin” sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, dari sudut pandang medis, apa yang kita kenal sebagai “masuk angin” sebenarnya memiliki kemiripan dengan gejala flu atau common cold. Yuk Sahabat Karmed, mari simak lebih lanjut fakta masuk angin di bawah ini.

Memahami Masuk Angin dan Flu

Masuk angin bukanlah diagnosis medis yang diakui secara internasional. Istilah ini merupakan persepsi budaya yang unik di Indonesia, di mana masyarakat percaya bahwa angin yang “masuk” ke dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai keluhan kesehatan. Contohnya, tubuh terasa lemas, demam, pegal, dan perut kembung.

“Masuk angin” biasanya disebabkan oleh kehujanan, angin dingin, atau kelelahan. Sementara itu, flu atau influenza adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan.

Gejala yang Sering Tumpang Tindih

Di sisi lain, gejala yang sering dianggap sebagai masuk angin sebenarnya sangat mirip dengan gejala flu, seperti:

  1. Pusing dan sakit kepala
  2. Hidung tersumbat atau berair
  3. Bersin-bersin
  4. Tenggorokan gatal atau sakit
  5. Badan pegal-pegal
  6. Kelelahan
  7. Perut kembung
  8. Mual dan muntah

Perbedaan Penanganan

Masyarakat Indonesia sering mengatasi masuk angin dengan:

  1. Kerokan pada punggung
  2. Minum jamu
  3. Memijat tubuh
  4. Minum obat masuk angin atau obat herbal
  5. Pengobatan alternatif lainnya

Sementara penanganan flu secara medis meliputi:

  1. Istirahat yang cukup minimal 7 – 8 jam sehari.
  2. Konsumsi cairan yang cukup, minimal 8 gelas air berukuran 230ml atau total 2 liter sehari.
  3. Obat-obatan simptomatik seperti parasetamol (Analgesik/antipiretik), nasal dekongestan, Analgesik/antipretik, antihistamin, atau antitusif/ekspektoran/
  4. Vitamin C, vitamin D, vitamin E, dan asam lemak omega 3 untuk memperkuat daya tahan tubuh dan bantu atasi flu.

Pandangan Medis Modern

Dari perspektif kedokteran modern, apa yang kita sebut sebagai masuk angin sebenarnya bisa jadi merupakan:

  1. Infeksi virus influenza
  2. Common cold
  3. Kelelahan
  4. Gangguan pencernaan
  5. Migrain
  6. Tekanan darah rendah

Pentingnya Pemahaman yang Tepat

Memahami bahwa masuk angin sebenarnya bisa jadi adalah flu atau kondisi medis lainnya penting karena:

  1. Membantu penanganan yang lebih tepat
  2. Mencegah keterlambatan pengobatan
  3. Menghindari komplikasi yang tidak diinginkan
  4. Meningkatkan kesadaran akan pengetahuan kesehatan yang tepat

Kesimpulan

Meskipun istilah masuk angin sudah mengakar dalam budaya Indonesia, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa kondisi ini sebenarnya bisa merupakan manifestasi dari flu atau kondisi medis lainnya. Pemahaman yang lebih baik akan membantu dalam penanganan yang lebih tepat dan efektif.

Masih banyak dari kita yang menganggap badan tidak enak sebagai penyakit masuk angin, tapi bisa jadi lebih dari itu! Ketahui fakta sebenarnya tentang masuk angin dan konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS Karya Medika terdekat atau Rumah Sakit Karya Medika 1 Cibitung. Klik di sini untuk mengetahui jadwal Dokter atau hubungi kami di 081218882298.

Sumber:

WHO (World Health Organization)

Kementerian Kesehatan RI

Widuri, A., & Suharto

Centers for Disease Control and Prevention

Mengatasi Stres Kerja: Tips Sederhana untuk Kesehatan Mental

Halo Sahabat Karmed, pernah merasa stres di tempat kerja? Jika iya, artikel ini bisa membantu Anda memahami stres kerja lebih lanjut.

1. Apa Itu Stres Kerja?

Stres kerja merupakan respons tubuh terhadap tekanan fisik atau emosional yang timbul dari tuntutan pekerjaan. Jika seseorang membiarkan stres menumpuk terlalu lama atau tidak dikelola dengan baik, stres dari pekerjaan dapat merusak kesehatan mental dan menurunkan kinerja kita di kantor. Beberapa indikator yang bisa menunjukkan stres dalam pekerjaan meliputi:

  • Tekanan dalam pekerjaan: tuntutan pekerjaan seperti deadline ketat dan beban kerja berlebihan seringkali membuat Sahabat merasa kewalahan dan bahkan tertekan. Sehingga kita merasa takut atau khawatir jika melakukan kesalahan. Hal ini dapat menimbulkan stres pada diri sendiri jika dibiarkan tidak ditangani terlalu lama.
  • Konflik Interpersonal: Setiap lingkungan kerja tidak pernah luput dengan masalah dengan rekan kerja atau atasan yang dapat memicu stres jika tidak langsung diatasi.
  • Ketidakpastian: Perubahan organisasi atau ketidakjelasan peran juga dapat menambah beban stres pada pekerjaan setiap orang. Karena di tengah pekerjaan yang menumpuk dan jadwal yang padat, kita harus belajar perubahan di perusahaan.
  • Tuntutan Fisik: Jam kerja yang tinggi, sering dinas ke luar, dan lingkungan kerja yang tidak nyaman atau tidak suportif juga berkontribusi pada beban stres.

2. Dampak atau Gejala Stres Kerja pada Kinerja Karyawan

Beban stres kerja yang dibiarkan berlangsung berkepanjangan dan tidak ditangani segera dapat mempengaruhi kinerja karyawan seperti:

  • Penurunan produktivitas atau performa: Masalah stres yang dibiarkan terlalu lama dapat mengganggu fokus pada pekerjaan, membuat banyak kesalahan, kreativitas dan inisiatif yang menurun.
  • Kehadiran tidak teratur: Stres dapat menyebabkan absensi yang lebih tinggi dan hilangnya minat untuk bekerja.
  • Gangguan kesehatan: Selain gangguan mental dan psikologis, penderita stres juga mengalami penurunan kesehatan yang disebabkan oleh kurangnya tidur dan makan, serta perubahan gaya hidup yang drastis, dan gangguan pencernaan.

3. Cara Mengatasi Stres saat Bekerja

Sebelum Sahabat karmed mengalami beban stres berat, Sahabat dapat mengetahui dampak atau gejala stres dan mulai mengatasinya dengan cara sebagai berikut:

  • Pahami Diri Anda: Kenali tanda-tanda stres seperti gelisah, sulit tidur, atau mudah marah, serta pelajari sumber masalah atau pemicunya. Sadari kapan Anda mulai merasa tertekan dan cari solusi yang sesuai.
  • Manajemen Waktu: Prioritaskan tugas, buat jadwal yang realistis, dan istirahat secara teratur. Jangan lupa untuk mengambil cuti jika diperlukan.
  • Komunikasi Efektif: Bicaralah dengan rekan kerja atau atasan jika merasa tertekan. Cari teman atau keluarga yang bisa dipercaya untuk berbagi rahasia dan membantu menangani stres.
  • Aktivitas Fisik: Olahraga membantu mengurangi stres dan meningkatkan mood. Coba rutin berjalan kaki, bersepeda, atau yoga.
  • Relaksasi dan Meditasi: Luangkan waktu untuk merilekskan pikiran. Meditasi atau teknik pernapasan dapat membantu mengurangi ketegangan.
  • Jaga Keseimbangan: Pisahkan pekerjaan dari kehidupan pribadi untuk memberikan waktu luang bagi diri sendiri, keluarga, teman, atau waktu untuk hobi.

Baca juga: Dampak Buruk Polusi Udara Terhadap Kesehatan

4. Kesimpulan

Sebagai pekerja kantoran maupun lapangan di Indonesia, penting untuk mengelola stres kerja agar tetap sehat secara fisik dan mental. Terapkan langkah-langkah di atas sebagai bagian dari rutinitas harian Anda. Ingat, kesehatan adalah aset berharga yang perlu dijaga. Jika Sahabat Karmed merasa stres berlebihan dan membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kesehatan jiwa. Di Rumah Sakit Karya Medika Bekasi, kami memiliki tim ahli yang siap membantu Anda mengatasi stres, kecemasan, dan masalah kesehatan mental lainnya. Jangan biarkan stres mengganggu pekerjaan Anda, segera jadwalkan kunjungan ke Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa di Rumah Sakit Karya Medika Bantar Gebang, Cikarang Barat, dan Tambun Selatan.   Info lebih lanjut Pelayanan Rumah Sakit Karya Medika Group, Sahabat Karmed bisa menghubungi : – Rs. Karya Medika I ( 0812-8696-1058 ) – Rs. Karya Medika II ( 0812-8080-1020 ) – Rs. Karya Medika BG ( 0813-9000-5698 ) Yuk kunjungi pelayanan Rumah Sakit Karya Medika Group terdekat dari kalian

Mengatasi Stres Kerja: Tips Sederhana untuk Kesehatan Mental

Halo Sahabat Karmed, pernah merasa stres di tempat kerja? Jika iya, artikel ini bisa membantu Anda memahami stres kerja lebih lanjut.

1. Apa Itu Stres Kerja?

Stres kerja merupakan respons tubuh terhadap tekanan fisik atau emosional yang timbul dari tuntutan pekerjaan. Jika seseorang membiarkan stres menumpuk terlalu lama atau tidak dikelola dengan baik, stres dari pekerjaan dapat merusak kesehatan mental dan menurunkan kinerja kita di kantor. Beberapa indikator yang bisa menunjukkan stres dalam pekerjaan meliputi:

  • Tekanan dalam pekerjaan: tuntutan pekerjaan seperti deadline ketat dan beban kerja berlebihan seringkali membuat Sahabat merasa kewalahan dan bahkan tertekan. Sehingga kita merasa takut atau khawatir jika melakukan kesalahan. Hal ini dapat menimbulkan stres pada diri sendiri jika dibiarkan tidak ditangani terlalu lama.
  • Konflik Interpersonal: Setiap lingkungan kerja tidak pernah luput dengan masalah dengan rekan kerja atau atasan yang dapat memicu stres jika tidak langsung diatasi.
  • Ketidakpastian: Perubahan organisasi atau ketidakjelasan peran juga dapat menambah beban stres pada pekerjaan setiap orang. Karena di tengah pekerjaan yang menumpuk dan jadwal yang padat, kita harus belajar perubahan di perusahaan.
  • Tuntutan Fisik: Jam kerja yang tinggi, sering dinas ke luar, dan lingkungan kerja yang tidak nyaman atau tidak suportif juga berkontribusi pada beban stres.

2. Dampak atau Gejala Stres Kerja pada Kinerja Karyawan

Beban stres kerja yang dibiarkan berlangsung berkepanjangan dan tidak ditangani segera dapat mempengaruhi kinerja karyawan seperti:

  • Penurunan produktivitas atau performa: Masalah stres yang dibiarkan terlalu lama dapat mengganggu fokus pada pekerjaan, membuat banyak kesalahan, kreativitas dan inisiatif yang menurun.
  • Kehadiran tidak teratur: Stres dapat menyebabkan absensi yang lebih tinggi dan hilangnya minat untuk bekerja.
  • Gangguan kesehatan: Selain gangguan mental dan psikologis, penderita stres juga mengalami penurunan kesehatan yang disebabkan oleh kurangnya tidur dan makan, serta perubahan gaya hidup yang drastis, dan gangguan pencernaan. 

3. Cara Mengatasi Stres saat Bekerja

Sebelum Sahabat karmed mengalami beban stres berat, Sahabat dapat mengetahui dampak atau gejala stres dan mulai mengatasinya dengan cara sebagai berikut:

  • Pahami Diri Anda: Kenali tanda-tanda stres seperti gelisah, sulit tidur, atau mudah marah, serta pelajari sumber masalah atau pemicunya. Sadari kapan Anda mulai merasa tertekan dan cari solusi yang sesuai.
  • Manajemen Waktu: Prioritaskan tugas, buat jadwal yang realistis, dan istirahat secara teratur. Jangan lupa untuk mengambil cuti jika diperlukan.
  • Komunikasi Efektif: Bicaralah dengan rekan kerja atau atasan jika merasa tertekan. Cari teman atau keluarga yang bisa dipercaya untuk berbagi rahasia dan membantu menangani stres.
  • Aktivitas Fisik: Olahraga membantu mengurangi stres dan meningkatkan mood. Coba rutin berjalan kaki, bersepeda, atau yoga.
  • Relaksasi dan Meditasi: Luangkan waktu untuk merilekskan pikiran. Meditasi atau teknik pernapasan dapat membantu mengurangi ketegangan.
  • Jaga Keseimbangan: Pisahkan pekerjaan dari kehidupan pribadi untuk memberikan waktu luang bagi diri sendiri, keluarga, teman, atau waktu untuk hobi.

Baca juga: Dampak Buruk Polusi Udara Terhadap Kesehatan

4. Kesimpulan

Sebagai pekerja kantoran maupun lapangan di Indonesia, penting untuk mengelola stres kerja agar tetap sehat secara fisik dan mental. Terapkan langkah-langkah di atas sebagai bagian dari rutinitas harian Anda. Ingat, kesehatan adalah aset berharga yang perlu dijaga.
Jika Sahabat Karmed merasa stres berlebihan dan membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kesehatan jiwa. Di Rumah Sakit Karya Medika Bekasi, kami memiliki tim ahli yang siap membantu Anda mengatasi stres, kecemasan, dan masalah kesehatan mental lainnya. Jangan biarkan stres mengganggu pekerjaan Anda, segera jadwalkan kunjungan ke Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa di Rumah Sakit Karya Medika Bantar Gebang, Cikarang Barat, dan Tambun Selatan.

Info lebih lanjut Pelayanan Rumah Sakit Karya Medika
Group, Sahabat Karmed bisa menghubungi :

  • Rs. Karya Medika I ( 0812-8696-1058 )
  • Rs. Karya Medika II ( 0812-8080-1020 )
  • Rs. Karya Medika BG ( 0813-9000-5698 )
    Yuk kunjungi pelayanan Rumah Sakit Karya Medika Group terdekat dari kalian

Sering Konsumsi Minuman Alkohol Rentan Kena Kanker Hati?

Klikdokter.com – Kanker hati adalah 1 dari 5 jenis kanker yang paling banyak mengakibatkan kematian.

Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), kanker hati menyebabkan lebih dari 700.000 kematian, dari 9 juta kematian akibat kanker.

Meski penyebab kanker sebenarnya belum diketahui pasti, namun penyakit ini sering dikaitkan dengan beberapa faktor risiko, seperti gaya hidup yang tidak sehat.

Salah satu gaya hidup tidak sehat yang dianggap berhubungan dengan terjadinya kanker hati adalah kebiasaan minum alkohol.

Apakah benar alkohol bisa menjadi penyebab kanker hati? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Bagaimana Alkohol Picu Kanker Hati?

Tidak hanya menyebabkan mabuk, alkohol bisa berefek jangka panjang bagi kesehatan tubuh.

Saat dikonsumsi dalam jumlah besar maupun dalam jangka waktu lama, alkohol dapat memunculkan gangguan hati yang disebut penyakit perlemakan hati akibat alkohol (alcoholic fatty liver disease).

Mekanisme pasti terjadinya penumpukan lemak pada peminum alkohol kronis masih belum jelas. Namun, hal ini diperkirakan berhubungan dengan kegagalan hati mencerna lemak dari proses metabolisme alkohol.

Hal ini bisa berlangsung cepat, bahkan hanya dua hari setelah mengonsumsi alkohol dalam jumlah sangat tinggi. Biasanya, akan tampak perubahan berupa munculnya lemak pada sel-sel hati setelah banyak konsumsi alkohol.

Hanya saja, bila konsumsi alkohol dihentikan, hati akan kembali normal. Lain halnya bila konsumsi alkohol dilanjutkan dalam jangka waktu lama, misalnya 10 atau 20 tahun.

Dalam jangka waktu lama, dampak konsumsi alkohol akan membuat hati Anda makin buruk. Timbunan lemak akan terjadi pada banyak sel hati dan akan sangat mengganggu fungsi hati.

Padahal, hati berfungsi untuk menetralkan zat berbahaya yang masuk ke tubuh, berperan dalam proses pencernaan lemak, dan pembentukan protein. Bayangkan bila fungsi hati terganggu akibat konsumsi alkohol.

Sampai saat ini, penyebab kanker hati belum diketahui secara pasti. Kendati demikian, ada beberapa hal yang membuat faktor risiko semakin tinggi, yaitu:

  • Hepatitis B dan C

Hepatitis B dan C adalah salah satu faktor risiko tertinggi penyebab kanker hati.

Kedua jenis hepatitis itu diduga menjadi penyebab 75 persen kasus kanker hati di seluruh dunia.

  • Sirosis Hati

Sirosis adalah pengerasan hati. Sirosis hati terjadi sebagai akhir dari infeksi hepatitis B maupun hepatitis C.

  • Perlemakan Hati Tipe Non-Alkoholik

Penyakit hati tipe non-alkoholik (non-alcoholic fatty liver disease/NAFLD) memang jarang terjadi.

Hanya saja, hal ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker hati, terutama pada kondisi yang tidak mendapat penanganan yang tepat.

  • HIV/AIDS

Ini sebenarnya bukan faktor risiko langsung. Hanya saja, orang dengan HIV/AIDS rentan mengalami infeksi lain, termasuk hepatitis B dan C.

Bila sampai terjadi, kedua jenis hepatitis tersebut akan menjadi kanker hati.

Cegah Kanker Hati, Jauhi Alkohol

Memang alkohol bukan merupakan satu-satunya penyebab utama kanker hati. Akan tetapi, alkohol tetap sangat berbahaya bagi organ hati, apalagi jika Anda sering mengonsumsinya dan berlangsung dalam waktu lama.

Untuk menekan risiko terkena kanker hati, terapkanlah gaya hidup sehat dan jauhi alkohol.

Selain itu, hindari pergaulan tidak sehat seperti melakukan seks bebas serta narkoba jarum suntik.

Dengan menerapkan perilaku pergaulan sehat, tentunya Anda akan terhindar dari risiko infeksi hepatitis B dan HIV, yang merupakan penyebab kanker hati.

Yang terakhir, lindungi diri dan keluarga dengan melakukan vaksinasi hepatitis terutama hepatitis B.

Demikian penjelasan mengenai hubungan antara konsumsi alkohol dan kanker hati.

Konsumsi alkohol dalam jangka panjang atau berlebihan dapat menimbulkan timbunan lemak pada sel hati, yang nantinya bisa mengganggu fungsi hati.

Oleh karena itu, untuk menekan risiko terjadinya kanker hati, terapkanlah gaya hidup sehat secara konsisten.

Baca artikel-artikel kesehatan lainnya hanya di aplikasi KlikDokter. Anda juga dapat tanya-tanya langsung dengan dokter melalui layanan Live Chat 24 jam.