2

“Masuk Angin”: Pemahaman Keliru tentang Flu di Indonesia

Dalam budaya kesehatan Indonesia, istilah “masuk angin” sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, dari sudut pandang medis, apa yang kita kenal sebagai “masuk angin” sebenarnya memiliki kemiripan dengan gejala flu atau common cold. Yuk Sahabat Karmed, mari simak lebih lanjut fakta masuk angin di bawah ini.

Memahami Masuk Angin dan Flu

Masuk angin bukanlah diagnosis medis yang diakui secara internasional. Istilah ini merupakan persepsi budaya yang unik di Indonesia, di mana masyarakat percaya bahwa angin yang “masuk” ke dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai keluhan kesehatan. Contohnya, tubuh terasa lemas, demam, pegal, dan perut kembung.

“Masuk angin” biasanya disebabkan oleh kehujanan, angin dingin, atau kelelahan. Sementara itu, flu atau influenza adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan.

Gejala yang Sering Tumpang Tindih

Di sisi lain, gejala yang sering dianggap sebagai masuk angin sebenarnya sangat mirip dengan gejala flu, seperti:

  1. Pusing dan sakit kepala
  2. Hidung tersumbat atau berair
  3. Bersin-bersin
  4. Tenggorokan gatal atau sakit
  5. Badan pegal-pegal
  6. Kelelahan
  7. Perut kembung
  8. Mual dan muntah

Perbedaan Penanganan

Masyarakat Indonesia sering mengatasi masuk angin dengan:

  1. Kerokan pada punggung
  2. Minum jamu
  3. Memijat tubuh
  4. Minum obat masuk angin atau obat herbal
  5. Pengobatan alternatif lainnya

Sementara penanganan flu secara medis meliputi:

  1. Istirahat yang cukup minimal 7 – 8 jam sehari.
  2. Konsumsi cairan yang cukup, minimal 8 gelas air berukuran 230ml atau total 2 liter sehari.
  3. Obat-obatan simptomatik seperti parasetamol (Analgesik/antipiretik), nasal dekongestan, Analgesik/antipretik, antihistamin, atau antitusif/ekspektoran/
  4. Vitamin C, vitamin D, vitamin E, dan asam lemak omega 3 untuk memperkuat daya tahan tubuh dan bantu atasi flu.

Pandangan Medis Modern

Dari perspektif kedokteran modern, apa yang kita sebut sebagai masuk angin sebenarnya bisa jadi merupakan:

  1. Infeksi virus influenza
  2. Common cold
  3. Kelelahan
  4. Gangguan pencernaan
  5. Migrain
  6. Tekanan darah rendah

Pentingnya Pemahaman yang Tepat

Memahami bahwa masuk angin sebenarnya bisa jadi adalah flu atau kondisi medis lainnya penting karena:

  1. Membantu penanganan yang lebih tepat
  2. Mencegah keterlambatan pengobatan
  3. Menghindari komplikasi yang tidak diinginkan
  4. Meningkatkan kesadaran akan pengetahuan kesehatan yang tepat

Kesimpulan

Meskipun istilah masuk angin sudah mengakar dalam budaya Indonesia, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa kondisi ini sebenarnya bisa merupakan manifestasi dari flu atau kondisi medis lainnya. Pemahaman yang lebih baik akan membantu dalam penanganan yang lebih tepat dan efektif.

Masih banyak dari kita yang menganggap badan tidak enak sebagai penyakit masuk angin, tapi bisa jadi lebih dari itu! Ketahui fakta sebenarnya tentang masuk angin dan konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS Karya Medika terdekat atau Rumah Sakit Karya Medika 1 Cibitung. Klik di sini untuk mengetahui jadwal Dokter atau hubungi kami di 081218882298.

Sumber:

WHO (World Health Organization)

Kementerian Kesehatan RI

Widuri, A., & Suharto

Centers for Disease Control and Prevention

penyakit-baru-yang-tercatat-di-Indonesia-tahun-2024

Penyakit Baru Mpox hingga Virus Nipah di Indonesia Tahun 2024

penyakit-baru-yang-tercatat-di-Indonesia-tahun-2024
Sumber: Stock Photo Shutterstock

Seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan iklim global, Indonesia menghadapi tantangan baru dalam bidang kesehatan dengan munculnya berbagai penyakit menular yang perlu diwaspadai. Artikel ini akan membahas beberapa penyakit baru yang tercatat di Indonesia sepanjang tahun 2024.

Mpox (Cacar Monyet)

Mpox atau yang sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet menjadi salah satu penyakit yang mendapat perhatian khusus di Indonesia. Kasus ini mulai terdeteksi di beberapa wilayah dengan karakteristik yang berbeda dari varian sebelumnya.

Gejala Utama Mpox

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai:

  • Demam tinggi
  • Ruam kulit yang khas
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Nyeri otot dan sendi
  • Kelelahan ekstrem

Pneumonia Atipikal

Pneumonia atipikal muncul sebagai tantangan baru bagi sistem kesehatan Indonesia. Penyakit ini menunjukkan karakteristik yang berbeda dari pneumonia biasa dan memerlukan pendekatan pengobatan yang spesifik.

Karakteristik Khusus Pneumonia Atipikal

  • Gejala yang berkembang secara perlahan
  • Batuk kering yang persisten
  • Sesak napas ringan hingga berat
  • Hasil rontgen yang atipik

Virus Nipah

Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Nipah setelah beberapa kasus terdeteksi di negara tetangga. Meskipun belum ada kasus yang dikonfirmasi, surveillance terus dilakukan terutama di daerah perbatasan.

Gejala Virus Nipah

  1. Demam tinggi disertai menggigil selama beberapa hari
  2. Sakit kepala
  3. Nyeri otot atau Myalgia pada tubuh
  4. Mual atau muntah yang dapat menyebabkan dehidrasi jika tidak segera diobati
  5. Merasa lelah berat (fatigue) pada tahap awal disertai gejala lainnya

Peran Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit Baru di Indonesia Tahun 2024

Masyarakat dapat berperan aktif dalam pencegahan melalui:

  1. Menerapkan protokol kesehatan
  2. Melaporkan kasus mencurigakan
  3. Menjaga kebersihan lingkungan
  4. Mengikuti panduan kesehatan dari pemerintah

Kesimpulan

Kemunculan penyakit baru di Indonesia tahun 2024 memerlukan kewaspadaan dan kerjasama semua pihak. Pemahaman tentang karakteristik penyakit, gejala, dan cara pencegahannya menjadi kunci dalam pengendalian penyebaran.

Tahun 2024 membawa tantangan kesehatan baru, dari Mpox hingga Cacar Monyet. Jangan sampai kamu dan keluarga menjadi korban! Lindungi Sahabat Karmed dengan layanan UGD 24 jam Rumah Sakit Karya Medika Bantar Gebang atau RS Karya Medika terdekat. Sahabat juga dapat hubungi kami di +62-81390005698 atau kunjungi website kami di karyamedika.com/bantargebang.

Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan RI – Media Information Center
  2. WHO Southeast Asia Regional Office
  3. CDC Global Health – Indonesia

Apa Itu Code Blue? Bahaya dan Cara Penanganannya

Code Blue adalah istilah medis yang digunakan di rumah sakit untuk menandakan situasi darurat di mana seorang pasien mengalami henti jantung atau henti napas dan memerlukan intervensi segera. Saat Code Blue diumumkan, tim medis yang terlatih dalam tindakan darurat segera dikerahkan untuk memberikan resusitasi jantung paru (CPR) dan perawatan penyelamatan nyawa lainnya.

Bahaya Code Blue

Bahaya utama dari situasi Code Blue adalah risiko kematian atau kerusakan otak permanen akibat kekurangan oksigen. Ketika jantung berhenti berdetak atau napas terhenti, otak dan organ vital lainnya mulai kekurangan suplai oksigen dalam hitungan menit, yang dapat menyebabkan kerusakan serius jika tidak segera ditangani.

Penyebab Code Blue bisa beragam, termasuk serangan jantung, aritmia (gangguan ritme jantung), pendarahan hebat, atau kegagalan pernapasan. Kondisi ini sangat kritis dan memerlukan intervensi segera untuk mengembalikan sirkulasi darah dan fungsi pernapasan pasien.

Cara Penanganan Code Blue

Saat Code Blue diumumkan, tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan teknisi medis segera merespons dengan langkah-langkah berikut:

1. Resusitasi Jantung Paru (CPR)

Tindakan pertama yang diambil adalah melakukan CPR, yang melibatkan kompresi dada dan pemberian napas buatan untuk membantu mengembalikan sirkulasi darah dan oksigen ke tubuh pasien.

2. Defibrilasi

Jika pasien mengalami aritmia, tim medis akan menggunakan defibrilator untuk memberikan kejutan listrik ke jantung agar kembali ke ritme normal. Ini sangat penting dalam kasus seperti fibrilasi ventrikel atau takikardia ventrikel.

3. Pemberian Obat Darurat

Tim medis juga dapat memberikan obat-obatan khusus untuk membantu memulihkan detak jantung dan sirkulasi darah pasien. Beberapa obat yang biasa digunakan termasuk epinefrin dan amiodarone.

4. Pemantauan dan Tindakan Lanjutan

Setelah pasien stabil, mereka akan dipindahkan ke unit perawatan intensif untuk pemantauan lebih lanjut. Prosedur lanjutan seperti pemasangan ventilator atau alat bantu lainnya mungkin diperlukan tergantung kondisi pasien.

Manfaat dari Tindakan Cepat Medis untuk Code Blue

Respon cepat dan tepat terhadap Code Blue dapat menyelamatkan nyawa pasien dan meminimalkan risiko kerusakan otak atau organ lainnya. Tim medis yang terlatih dan peralatan yang tepat adalah kunci untuk menangani situasi darurat ini.

Kesimpulan

Code Blue adalah sinyal penting yang menunjukkan adanya krisis medis yang memerlukan intervensi cepat. Dengan tindakan yang tepat, risiko fatal dapat dikurangi, dan nyawa pasien dapat diselamatkan.

💡 Jangan abaikan tanda-tanda darurat medis! Pastikan Sahabat Karmed selalu siap dan segera mencari bantuan medis di IGD 24 jam Rumah Sakit Bantar Gebang saat situasi kritis atau hubungi (0813-9000-5698).

Sumber: Cleveland Clinic dan American Heart Association

Apa Itu Penyakit Sirosis? Apakah Bisa Disembuhkan?

Sirosis adalah kondisi kronis di mana jaringan hati mengalami kerusakan permanen akibat pembentukan jaringan parut (fibrosis). Penyebab utama sirosis termasuk hepatitis B atau C, konsumsi alkohol berlebihan, dan penyakit hati lainnya. Seiring waktu, jaringan parut menggantikan jaringan hati yang sehat, menghambat fungsi hati yang vital seperti detoksifikasi racun, produksi protein, dan pengaturan zat gizi.

Gejala Sirosis

Gejala sirosis dapat bervariasi tergantung tingkat kerusakannya. Beberapa gejala awal yang umum meliputi:

  • Kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual
  • Penurunan berat badan

Saat sirosis memburuk, gejala lebih serius dapat muncul seperti:

  • Penyakit kuning (kulit dan mata menguning)
  • Pembengkakan di kaki atau perut (edema)
  • Pendarahan internal
  • Kebingungan mental

Apakah Sirosis Bisa Disembuhkan?

Sirosis tidak dapat disembuhkan, karena jaringan hati yang rusak akibat fibrosis tidak bisa kembali menjadi normal. Namun, pengobatan bisa memperlambat progres penyakit dan mengurangi gejalanya. Tujuan pengobatan biasanya fokus pada menghentikan kerusakan lebih lanjut pada hati dan mengelola komplikasi yang mungkin muncul.

Pengobatan sirosis tergantung pada penyebabnya. Misalnya, jika disebabkan oleh alkohol, penghentian total konsumsi alkohol sangat penting. Jika sirosis disebabkan oleh hepatitis, pengobatan antivirus dapat membantu memperlambat penyakit. Dalam kasus yang parah, satu-satunya pengobatan yang mungkin adalah transplantasi hati.

Manfaat Pengobatan Sirosis

  • Memperlambat progres penyakit: Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, kerusakan hati bisa diperlambat.
  • Meningkatkan kualitas hidup: Pengobatan dapat membantu mengurangi gejala yang mengganggu, seperti kelelahan atau pembengkakan.
  • Mengelola komplikasi: Melalui perawatan medis yang tepat, komplikasi sirosis seperti pendarahan internal atau kebingungan mental dapat dikendalikan.

Kekurangan Pengobatan Sirosis

  • Tidak ada penyembuhan total: Meskipun pengobatan bisa membantu, jaringan hati yang rusak tidak dapat pulih.
  • Ketergantungan pada transplantasi: Pada tahap akhir sirosis, transplantasi hati mungkin satu-satunya solusi, namun prosedur ini sangat kompleks dan bergantung pada ketersediaan donor.
  • Perubahan gaya hidup drastis: Pengobatan seringkali memerlukan perubahan besar dalam gaya hidup, seperti berhenti merokok, berhenti minum alkohol, dan menjalani diet ketat.

Kesimpulan

Sirosis adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian medis yang intensif. Meskipun tidak dapat disembuhkan, penyakit ini bisa dikontrol dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup. Deteksi dini adalah kunci untuk memperlambat progres penyakit dan meningkatkan kualitas hidup.

💡 Khawatir tentang kesehatan hati Anda? Segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit 2 Tambun untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dengan hubungi (0812-80801020) dan cek jadwalnya di sini.

Sumber: Cleveland Clinic, World Health Organization (WHO)

Apa Bedanya Air Mineral dengan Air Reverse Osmosis?

Air minum merupakan kebutuhan dasar yang penting untuk kesehatan. Saat ini, ada dua jenis air yang sering dijumpai di pasaran: air mineral dan air reverse osmosis (RO). Keduanya memiliki perbedaan dalam hal kandungan, proses, manfaat, dan kekurangannya. Mari kita bahas lebih lanjut.

1. Air Mineral

Air mineral adalah air alami yang mengandung berbagai mineral penting seperti kalsium, magnesium, dan potasium. Mineral-mineral ini terjadi secara alami dari sumber air tanah atau mata air yang melewati lapisan batu dan mineral. Air mineral dikenal karena kandungan elektrolitnya yang baik untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Manfaat air mineral:

• Mengandung mineral alami yang baik untuk kesehatan tulang, jantung, dan fungsi otot.
• Membantu menjaga keseimbangan elektrolit tubuh, terutama setelah berolahraga.
• Beberapa air mineral juga dianggap memiliki rasa yang lebih menyegarkan karena kandungan mineralnya.

Kekurangan air RO:

• Kandungan mineral yang tinggi, seperti natrium, bisa tidak sesuai untuk individu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti tekanan darah tinggi.
• Harga air mineral biasanya lebih mahal dibandingkan air biasa.
• Sumber air mineral harus berasal dari mata air yang dilindungi, sehingga kadang sulit dijamin keberlanjutannya.

Mayoritas masyarakat Indonesia masih memilih air kemasan sekali pakai karena praktis dan lebih terjangkau untuk mayoritas orang Indonesia. Selain itu, air reverse osmosis masih belum dikenal banyak orang dan banyak yang pelaku usaha air galon isi ulang menjual air RO untuk perumahan kelas menengah ke bawah. Isu air isi ulang kotor dan air RO yang terkesan mahal juga membuat masyarakat menghindari air ini. Namun, air RO justru sangat bermanfaat bagi orang yang sakit atau menjalani terapi, jika proses reverse osmosis dilakukan dengan benar.

2. Air Reverse Osmosis (RO)

Air Reverse Osmosis dihasilkan melalui proses penyaringan yang canggih menggunakan teknologi membran semipermeabel. Proses ini menyaring hampir semua kontaminan, termasuk mineral, bakteri, dan logam berat, sehingga menghasilkan air yang sangat murni.

Manfaat air RO:

• Air RO sangat murni karena sebagian besar kontaminan dan zat berbahaya telah dihilangkan, termasuk klorin, fluoride, dan logam berat.
• Cocok untuk individu yang membutuhkan air bebas mineral, seperti mereka yang sedang menjalani diet rendah natrium.
• Proses RO efektif menghilangkan bakteri dan virus, menjadikannya pilihan aman di daerah dengan kualitas air buruk.

Kekurangan air RO:

• Karena proses RO juga menghilangkan mineral alami, air ini tidak mengandung mineral yang diperlukan tubuh. Minum air RO dalam jangka panjang mungkin memerlukan suplementasi mineral.
• Sistem RO biasanya memerlukan lebih banyak air untuk beroperasi, karena sebagian air terbuang dalam proses penyaringan.
• Rasa air RO mungkin lebih hambar karena ketiadaan mineral.

Baik air mineral maupun air reverse osmosis memiliki manfaat dan kekurangan masing-masing. Air mineral menawarkan mineral penting yang baik untuk tubuh, tetapi tidak cocok untuk semua orang. Sebaliknya, air RO sangat murni dan aman, tetapi kurang memberikan manfaat mineral alami. Apapun pilihan Anda, yang penting adalah memastikan Anda minum air yang aman dan sesuai dengan kebutuhan kesehatan pribadi Anda. Untuk kebutuhan air minum sehari-hari, pilihlah air yang sesuai dengan gaya hidup dan kondisi kesehatan Anda!

💧 Ingin tahu lebih banyak tentang air minum terbaik untuk kesehatan? Kunjungi Rumah Sakit 1 Cibitung dan konsultasikan kebutuhan kesehatan Anda dengan kami di nomor (021-8900190/191, 8903003/04)!

Sumber: Cleveland Clinic, WHO

8 Tips Kesehatan agar Terhindar dari MPOX Varian Baru

Peningkatan kasus MPOX (Monkeypox) di berbagai negara, termasuk kemunculan varian baru yang lebih menular, telah menjadi perhatian global. Virus ini, meskipun tidak seagresif Covid-19, tetap memerlukan kewaspadaan dan pencegahan yang serius. Artikel ini akan membahas beberapa tips kesehatan yang dapat membantu Anda dan keluarga terhindar dari MPOX varian baru. Semua tips yang diberikan didasarkan pada panduan dari organisasi kesehatan terkemuka seperti World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

1. Tingkatkan Kebersihan Diri

Kebersihan diri adalah langkah pertama dalam mencegah penularan berbagai penyakit, termasuk MPOX. WHO merekomendasikan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas di luar rumah, menyentuh hewan, atau setelah kontak dengan orang lain. Setidaknya, Sobat harus gunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol untuk membersihkan tangan agar bersih secara menyeluruh.

2. Tidak Melakukan Kontak Fisik dan Berdekatan dengan Penderita MPOX

MPOX menyebar melalui kontak langsung dengan lesi kulit, cairan tubuh, atau droplet dari seseorang yang terinfeksi. CDC menyarankan untuk menghindari kontak fisik dengan orang yang menunjukkan gejala MPOX seperti ruam, demam, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Jika ada anggota keluarga yang terinfeksi, pastikan mereka diisolasi dari orang lain dan gunakan alat pelindung diri saat merawat mereka.

3. Hindari Kontak dengan Hewan yang Berisiko

MPOX adalah penyakit zoonosis, yang berarti dapat menyebar dari hewan ke manusia. Hewan seperti tikus, tupai, dan primata liar diketahui bisa menjadi pembawa virus ini. CDC menyarankan untuk menghindari kontak dengan hewan liar dan meminimalkan interaksi dengan hewan peliharaan yang mungkin terpapar virus. Jika Anda harus menangani hewan, gunakan sarung tangan dan pastikan hewan tersebut dalam kondisi sehat.

4. Pantau Gejala Diri dan Keluarga

Mengingat varian baru MPOX dapat menunjukkan gejala yang berbeda atau lebih intens, penting untuk selalu memantau kesehatan diri dan keluarga. WHO merekomendasikan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala seperti demam tinggi, ruam, atau nyeri pada kulit. Deteksi dini memungkinkan penanganan yang lebih cepat dan mengurangi risiko penyebaran virus.

5. Gunakan Alat Pelindung Diri

Di lingkungan dengan risiko tinggi penularan, seperti fasilitas kesehatan atau area dengan kasus MPOX yang tinggi, penggunaan alat pelindung diri sangat penting. Masker, sarung tangan, dan pakaian pelindung dapat mengurangi risiko terpapar virus, terutama jika Anda harus merawat seseorang yang terinfeksi. WHO juga menyarankan tenaga kesehatan untuk menggunakan pelindung mata dan face shield saat menangani pasien MPOX.

6. Vaksinasi Jika Tersedia

Beberapa negara telah mulai mempertimbangkan penggunaan vaksin cacar sebagai langkah pencegahan terhadap MPOX, mengingat virus ini masih dalam keluarga yang sama dengan virus cacar. CDC dan WHO sedang memantau efektivitas vaksin ini terhadap varian baru MPOX. Jika vaksinasi tersedia di negara Anda, terutama bagi kelompok berisiko tinggi seperti tenaga kesehatan, sebaiknya pertimbangkan untuk divaksinasi.

7. Edukasi Diri dan Keluarga

Pengetahuan adalah kunci dalam pencegahan. Pastikan Anda dan keluarga memiliki informasi yang akurat mengenai MPOX, cara penularan, gejala, dan langkah-langkah pencegahan. Organisasi kesehatan seperti WHO dan CDC menyediakan sumber informasi yang kredibel dan selalu diperbarui sesuai dengan perkembangan terbaru.

8. Lakukan Perjalanan dengan Bijak

Jika Anda harus melakukan perjalanan, terutama ke daerah dengan kasus MPOX yang dilaporkan, pastikan Anda mengikuti panduan kesehatan yang diberikan oleh otoritas setempat dan WHO. Hindari perjalanan yang tidak perlu ke daerah dengan wabah dan selalu lakukan pencegahan ekstra saat berada di tempat umum.

Implementasi Tips agar Tahan Terhindar dari MPOX Varian Baru

Mencegah penyebaran MPOX, terutama varian baru yang lebih menular, memerlukan kewaspadaan dan tindakan yang tepat. Dengan mengikuti tips kesehatan yang disarankan oleh WHO dan CDC, Anda dapat mengurangi risiko terinfeksi dan melindungi kesehatan diri serta orang-orang di sekitar Anda. Ingatlah bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan, dan dengan langkah-langkah sederhana ini, kita dapat bersama-sama mengendalikan penyebaran virus ini.

Jaga kesehatan Sahabat dan keluarga dengan layanan kesehatan yang andal dan terjangkau di Rumah Sakit Karya Medika Bantar Gebang. Sahabat Karmed juga bisa menghubungi RS Karya Medika Bantar Gebang di sini.

Source: WHO dan CDC.

Varian Baru MPOX Muncul dan Menyebar hingga ke Indonesia

Dalam beberapa bulan terakhir, dunia kesehatan kembali dihadapkan pada ancaman baru. Sebuah varian baru dari MPOX (Monkeypox) dilaporkan telah muncul dan menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Varian ini menimbulkan kekhawatiran karena menunjukkan potensi penularan yang dan gejala yang berbeda dari varian sebelumnya. Artikel ini akan membahas varian baru MPOX, bagaimana penyebarannya hingga ke Indonesia, serta langkah-langkah yang diambil oleh otoritas kesehatan untuk mengendalikan situasi.

Varian Baru MPOX: Apa yang Berbeda?

Varian baru MPOX yang baru-baru ini terdeteksi menimbulkan kekhawatiran di kalangan ahli karena beberapa alasan. Berdasarkan laporan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan WHO, varian ini tampaknya memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi dibandingkan dengan varian sebelumnya. Selain itu, gejala yang ditimbulkan juga menunjukkan sedikit perbedaan, dengan beberapa pasien melaporkan adanya ruam yang lebih parah dan nyeri yang lebih intens di area yang terinfeksi.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah melaporkan beberapa kasus MPOX yang disebabkan oleh varian baru ini. Kasus-kasus ini sebagian besar terdeteksi di daerah perkotaan, di mana populasi yang padat dan mobilitas tinggi meningkatkan risiko penyebaran virus. Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa beberapa kasus ini terkait dengan perjalanan internasional, yang menunjukkan bahwa varian baru ini telah menyebar melampaui batas geografis asalnya.

Langkah-langkah Pencegahan dan Pengendalian

Menyadari potensi bahaya dari varian baru MPOX, otoritas kesehatan di Indonesia telah mengambil berbagai langkah untuk mencegah penyebarannya. Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan WHO dan CDC untuk melakukan pengawasan ketat terhadap kasus-kasus MPOX, serta memperbarui pedoman penanganan dan pencegahan bagi tenaga medis.

WHO merekomendasikan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kontak dengan individu yang terinfeksi atau yang baru saja bepergian ke daerah dengan kasus MPOX yang tinggi. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera mencari perawatan medis jika mengalami gejala yang mencurigakan, seperti demam, ruam, atau pembengkakan kelenjar getah bening.

Di tingkat global, WHO telah menyarankan negara-negara untuk memperkuat kapasitas laboratorium mereka dalam mendeteksi varian baru MPOX dan memantau perkembangan epidemiologinya. Kolaborasi internasional menjadi kunci dalam upaya pengendalian penyebaran virus ini, termasuk dalam hal berbagi data dan strategi penanganan yang efektif.

Tidak Ada Indikasi MPOX akan Menyebar Seperti Covid-19

Munculnya varian baru MPOX dan penyebarannya hingga ke Indonesia merupakan pengingat bahwa ancaman penyakit menular masih nyata, bahkan di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Meskipun belum ada indikasi bahwa varian baru ini akan menimbulkan pandemi global seperti Covid-19, penting bagi kita semua untuk tetap waspada dan mengikuti panduan kesehatan yang ada.

Kolaborasi antara masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah sangat diperlukan untuk mengendalikan penyebaran varian baru MPOX ini. Dengan tindakan pencegahan yang tepat dan penanganan cepat, kita dapat meminimalkan dampak dari virus ini dan melindungi kesehatan masyarakat secara keseluruhan.Lindungi kesehatan Sahabat Karmed dan ciptakan lingkungan yang aman dan sehat untuk keluarga. Segera dapatkan perawatan terbaik dari tenaga medis berpengalaman di Rumah Sakit Karya Medika 2 Tambun atau hubungi kami di Whatsapp 0812-8080-1020.

Kasus MPOX meningkat: Apakah perlu diwaspadai seperti Covid?

Sekitar beberapa bulan yang lalu, kasus MPOX (Monkeypox) meningkat di beberapa negara dan menjadi perhatian institusi kesehatan dan masyarakat di beberapa negara. Meskipun laporan tentang kasus MPOX tidak sebesar Covid-19, peningkatan ini menimbulkan pertanyaan: apakah kita perlu mewaspadai MPOX dengan serius seperti kita menghadapi Covid-19? Untuk menjawab pertanyaan ini, penting untuk memahami lebih dalam tentang MPOX, penularannya, gejalanya, serta bagaimana perbandingannya dengan pandemi Covid-19 yang telah mengubah kehidupan kita.

  1. Apa Itu MPOX?

MPOX merupakan penyakit sejenis zoonosis yang disebabkan oleh virus Monkeypox, serta bagian dari anggota keluarga virus yang sama dengan virus cacar air. Meskipun namanya mungkin menimbulkan kekhawatiran, sumber MPOX sebenarnya pertama kali diidentifikasi dari seekor monyet tahun 1958 di Denmark. Penelitian tersebut menggunakan monyet, namun hewan pengerat dan hewan liar lainnya juga bisa menjadi sumber infeksi. Kemudian, kasus MPOX dengan pasien manusia pertama muncul sekitar tahun 1970 di negara Republik Demokratik Kongo.

  1. Gejala dan Penularan

Gejala virus MPOX mirip dengan cacar, meski biasanya lebih ringan. Orang yang terpapar virus MPOX memiliki kemungkinan untuk mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, ruam yang menyebar ke seluruh tubuh demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Ruam ini berubah dari bintik-bintik merah menjadi lepuh berisi cairan yang akhirnya mengering dan mengelupas.

MPOX menular melalui kontak fisik secara langsung dengan cairan seperti darah, cairan tubuh, serta lesi kulit yang didapati dari hewan atau manusia yang terjangkit MPOX. Penularan antar manusia biasanya memerlukan kontak fisik dengan dekat, contohnya seks atau terpapar droplet yang mengandung virus MPOX.

  1. Perbandingan dengan Covid-19

Meskipun kasus MPOX meningkat, penting untuk menempatkannya dalam konteks yang benar. Covid-19 adalah penyakit pernapasan yang sangat menular dengan penyebaran global yang cepat, sementara MPOX memiliki pola penyebaran yang jauh lebih terbatas. Covid-19 menyebar melalui udara dan bisa ditularkan oleh orang yang terinfeksi bahkan sebelum mereka menunjukkan gejala. Inilah yang membuat Covid-19 sangat sulit dikendalikan dan memerlukan tindakan pencegahan yang luas.

Sebaliknya, MPOX biasanya tidak menyebar semudah Covid-19. Mayoritas kasus MPOX terjadi di daerah endemik di Afrika Tengah dan Barat, dengan penularan antar manusia yang lebih jarang dan lebih lambat. Meski demikian, peningkatan kasus di luar daerah endemik tetap perlu diwaspadai, terutama dalam populasi yang berisiko atau di lingkungan yang memungkinkan kontak dekat yang intens.

  1. Apakah Perlu Diwaspadai Seperti Covid-19?

Secara umum, meskipun MPOX adalah penyakit yang serius dan memerlukan perhatian medis, risiko penyebaran yang relatif rendah dan bisa pulih dalam 3 hingga 4 minggu. Namun, beberapa kasus MPOX menunjukkan gejalanya yang fatal seperti kematian. Peningkatan kasus MPOX menunjukkan pentingnya kewaspadaan, pemantauan, dan pencegahan, terutama di daerah dengan kasus yang muncul.

Untuk populasi umum, edukasi tentang cara penularan dan gejala MPOX penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Bagi mereka yang bekerja di bidang kesehatan, perlindungan diri, pelacakan kontak, dan isolasi kasus yang terkonfirmasi adalah langkah-langkah kunci untuk mengendalikan wabah.

Kesimpulan

MPOX bukanlah ancaman yang sama dengan Covid-19, tetapi peningkatan kasus ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh lengah. Dengan tindakan pencegahan yang tepat dan penanganan yang cepat, risiko penyebaran MPOX dapat diminimalkan. Masyarakat dan otoritas kesehatan harus tetap waspada dan siap untuk bertindak, memastikan bahwa penyakit ini tidak berkembang menjadi masalah kesehatan global yang lebih besar.

Jika Sahabat merasa kurang sehat atau memiliki gejala – gejala akan sakit, segera konsultasikan dengan Dokter kami di Rumah Sakit Karya Medika 1 Cikarang dan hubungi kami di 0812-8696-1058 dapatkan pelayanan Kesehatan terbaik.

Tahukah Kamu? Berhenti Merokok Dapat Menurunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Merokok tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan paru-paru dan jantung, tetapi juga dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes tipe 2. Bagi sejumlah besar perokok, berhenti merokok mungkin tampak sulit, tetapi manfaat kesehatan yang diperoleh sangat signifikan. Salah satunya adalah penurunan risiko terkena diabetes tipe 2. Yuk, simak lebih lanjut bagaimana berhenti merokok dapat membantu mengurangi risiko penyakit ini.

Merokok Punya Korelasi dengan Diabetes Tipe 2

World Health Organization (WHO) menyatakan berhenti merokok memiliki keuntungan seperti menurunkan Tingkat risiko pengembangan diabetes tipe 2 sekitar 30 hingga 40%. Angka ini cukup signifikan mengingat bahwa diabetes tipe 2 adalah penyakit yang dapat berdampak serius pada kualitas hidup seseorang. Mengapa merokok meningkatkan risiko diabetes tipe 2?

Rokok memiliki dampak terhadap pengguna seperti resistensi insulin, dimana kondisi tubuh tidak bisa menyerap insulin dengan efektif. Hormon insulin berfungsi untuk mengatur kadar gula darah, jika tubuh kekurangan insulin maka kadar gula dapat menyebabkan peningkatan kandungan gula darah dan bahkan diabetes tipe 2. Selain itu, merokok juga berkontribusi pada peradangan dan stres oksidatif, yang merupakan faktor risiko tambahan untuk pengembangan diabetes.

Manfaat Berhenti Merokok

Berhenti merokok memberikan berbagai manfaat kesehatan yang hampir seketika. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kamu harus mempertimbangkan untuk berhenti merokok sekarang juga:

  1. Menurunkan Risiko Diabetes Tipe 2: Seperti yang disebutkan sebelumnya, berhenti merokok dapat mengurangi risiko pengembangan diabetes tipe 2 hingga 30-40%.
  2. Memperbaiki Fungsi Insulin: Setelah berhenti merokok, tubuh mulai memperbaiki fungsinya dalam menggunakan insulin. Hormon ini menjaga kestabilan kadar gula dalam tubuh.
  3. Menurunkan Risiko Penyakit Paru-Paru dan Jantung: Berhenti merokok mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan penyakit paru-paru kronis seperti bronkitis dan emfisema.
  4. Meningkatkan Sirkulasi Darah: Tanpa racun dari rokok, sirkulasi darah akan membaik, yang berarti lebih banyak oksigen dan nutrisi dapat mencapai sel-sel tubuhmu.
  5. Menurunkan Risiko Kanker: Berhenti merokok dapat menurunkan risiko kanker paru-paru, tenggorokan, mulut, dan kandung kemih.

Tips Berhenti Merokok

Berhenti merokok memang tidak mudah, tetapi dengan pendekatan yang tepat, kamu bisa melakukannya. Berikut beberapa tips yang dapat membantu:

  1. Buat Rencana: Tentukan tanggal berhenti dan buat rencana bagaimana kamu akan mengatasi keinginan untuk merokok.
  2. Dukungan Sosial: Beritahu teman dan keluarga tentang niatmu untuk berhenti. Dukungan dari mereka dapat memberikan motivasi tambahan.
  3. Gunakan Produk Pengganti Nikotin: Jika diperlukan, gunakan produk seperti permen karet nikotin atau plester nikotin untuk membantu mengatasi keinginan merokok.
  4. Menghindari pemicu untuk merokok: Mencari kegiatan produktif di waktu luang untuk menghindari pemicu atau alasan untuk merokok.
  5. Konsultasi dengan Dokter: Dokter dapat memberikan saran dan mungkin meresepkan obat yang dapat membantu kamu berhenti merokok.

Kesimpulan

Berhenti merokok adalah salah satu langkah terbaik yang dapat kamu ambil untuk meningkatkan kesehatanmu secara keseluruhan. Selain mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker, berhenti merokok juga dapat menurunkan risiko pengembangan diabetes tipe 2 secara signifikan. Mulailah perjalanan menuju hidup sehat tanpa asap rokok hari ini. Jika Sahabat mengalami masalah pernapasan, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Paru kami di Rumah Sakit Karya Medika Bantar Gebang.

Mencegah Stunting dengan Metode ABCDE

Kondisi pertumbuhan anak yang terhambat dan ditandai dengan tinggi badan di bawah rata-rata dibandingkan anak sepantarannya, disebut stunting. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis selama periode penting pertumbuhan dan perkembangan, terutama dalam 1000 hari pertama, mulai dari kehamilan hingga usia dua tahun. Tindakan pencegahan stunting sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak-anak. Salah satu pendekatan yang efektif dalam pencegahan stunting adalah metode ABCDE.

Apa Itu Metode ABCDE?

Metode ABCDE adalah strategi yang komprehensif dan mudah diingat untuk mencegah stunting pada anak-anak. Metode ini meliputi:

  1. Aktif konsumsi obat Tablet Tambah Darah (TTD) sekali seminggu dan minimal jumlah konsumsi 90 tablet selama masa kehamilan;
  2. Bumil (Ibu Hamil) secara teratur konsultasi dengan dokter spesialis kehamilan minimal 6 kali dan 2 kali oleh dokter menggunakan USG;
  3. Cukupi kebutuhan gizi akan protein hewani;
  4. Datang ke posyandu terdekat secara berkala setiap bulan untuk menjaga pertumbuhan, perkembangan, dan imunisasi balita;
  5. Eksklusif asi untuk balita selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga bayi berumur 2 tahun.

Mari kita bahas lebih detail tentang setiap komponen dalam metode ABCDE ini.

1. Aktif Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)

Tablet ini mengandung zat besi dan vitamin yang esensial untuk mendukung kesehatan ibu dan perkembangan janin, serta mencegah anemia yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak.

2. Bumil (Ibu Hamil) Secara Teratur Konsultasi dengan Dokter Spesialis

Pemeriksaan secara teratur dapat membantu memastikan bahwa janin tumbuh dengan baik dan mendeteksi potensi masalah lebih awal.

3. Cukupi Kebutuhan Gizi akan Protein Hewani

Selain mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita, protein juga dapat membantu perkembangan jaringan dan organ janin serta mendukung kesehatan ibu. Oleh karena itu, ibu hamil perlu memastikan bahwa mereka mendapatkan cukup protein hewani dari daging, ikan, dan telur dalam diet. 

4. Datang ke Posyandu Terdekat Secara Berkala

Setelah bayi lahir, penting untuk membawa anak ke posyandu terdekat secara berkala setiap bulan. Posyandu akan memantau pertumbuhan dan perkembangan balita, memberikan imunisasi yang diperlukan, serta memberikan bimbingan tentang nutrisi dan kesehatan anak. Kunjungan rutin ke posyandu membantu memastikan bahwa anak tumbuh dengan baik dan mendapatkan perhatian yang diperlukan.

5. Eksklusif ASI untuk Balita

ASI (Air Susu Ibu) adalah sumber nutrisi terbaik untuk bayi. Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi dan lanjutkan hingga bayi berumur 2 tahun. Semua nutrisi yang diperlukan bayi ada dalam ASI untuk menjaga pertumbuhan dan perkembangan anak, serta sistem imunitas alami terhadap banyak penyakit.

Kesimpulan

Tindakan pencegahan stunting merupakan pendekatan berkelanjutan dan holistik. Metode ABCDE menawarkan panduan yang komprehensif dan praktis bagi orang tua dan pengasuh untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan nutrisi dan stimulasi yang mereka butuhkan untuk tumbuh sehat. Segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Gizi kami di Rumah Sakit Karya Medika Tambun Selatan atau hubungi kami di Whatsapp 081218882298.