Manfaat Olahraga di Kantor: Cara Tetap Aktif Meski Bekerja

Di era digital ini, banyak orang, terutama generasi muda, menghabiskan waktunya dengan duduk berjam-jam di depan komputer, baik untuk bekerja maupun bersantai. Gaya hidup sedentari ini dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan, seperti obesitas, penyakit jantung, dan diabetes.

Cara Tetap Aktif Olahraga untuk Pekerja Kantoran:

Berikut adalah cara agar Sahabat Karmed tetap aktif walaupun sedang bekerja:

  • Lakukan peregangan secara berkala: Setiap 30-60 menit, luangkan waktu untuk berdiri dan melakukan peregangan ringan. Meregangkan otot dapat meningkatkan sirkulasi darah dan relaksasi otot.
  • Naik tangga: Hindari lift dan gunakan tangga sebisa mungkin. Ini adalah cara mudah untuk meningkatkan aktivitas fisik Anda.
  • Berjalan kaki saat istirahat: Gunakan waktu istirahat Anda untuk berjalan kaki di sekitar kantor atau di luar ruangan.
  • Olahraga di meja: Ada banyak latihan yang bisa dilakukan di meja kerja Anda, seperti squat, lunges, dan stretching setelah jam kerja atau di sela-sela jam kerja.
  • Ikuti kelas olahraga online: Ada banyak kelas olahraga online yang bisa Anda ikuti di sela-sela jam kerja.
  • Bergabung dengan komunitas olahraga: Bergabung dengan komunitas olahraga di kantor atau di lingkungan sekitar Anda dapat membantu Anda tetap termotivasi untuk berolahraga.

Baca juga: Nutrisi Apa yang Paling Dibutuhkan Wanita?

Tips untuk Memulai:

  • Mulai kebiasaan olahraga dari yang kecil: Tidak perlu langsung berolahraga selama satu jam setiap hari. Mulailah dengan 10-15 menit sehari dan tingkatkan durasi dan intensitasnya secara bertahap.
  • Eksplorasi jenis olahraga yang mungkin disukai: Terdapat banyak varian olahraga yang dapat dilakukan di rumah tanpa membeli alat baru seperti senam, yoga, atau latihan otot. Temukan aktivitas yang Anda sukai agar Anda lebih termotivasi untuk berolahraga.
  • Ajaklah teman atau kolega: Berolahraga bersama orang lain bisa lebih menyenangkan dan memotivasi.
  • Tetapkan tujuan: Tetapkan tujuan yang realistis dan ukur kemajuan Anda.
  • Dengarkan tubuh Anda: Jika Anda merasa sakit, hentikan berolahraga dan istirahatlah.

Oleh karena itu, penting untuk tetap aktif bergerak, bahkan saat sedang bekerja. Kabar baiknya, tidak perlu menghabiskan waktu lama di gym untuk berolahraga. Ada banyak cara untuk menyisipkan aktivitas fisik dalam rutinitas kerja Anda, dan Anda akan merasakan manfaatnya bagi kesehatan fisik dan mental.

Manfaat Olahraga di Kantor:

  • Meningkatkan kesehatan fisik: Olahraga dapat membantu meningkatkan kebugaran kardiovaskular, memperkuat otot dan tulang, serta meningkatkan keseimbangan dan koordinasi. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan osteoporosis.
  • Peningkatan terhadap kesehatan mental:Olahraga yang cukup dapat mengurangi tingkat kecemasan, depresi, dan stres. Olahraga juga dapat meningkatkan mood, energi, dan fokus.
  • Meningkatkan produktivitas: Olahraga dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otak, yang dapat meningkatkan fokus, konsentrasi, dan memori. Hal ini dapat membantu Anda menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan lebih efisien.
  • Meningkatkan kualitas tidur: Olahraga teratur dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak dan lebih lama.
  • Meningkatkan kebahagiaan: Olahraga dapat membantu meningkatkan pelepasan hormon endorfin, yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan.

 Baca juga: Sering Konsumsi Minuman Alkohol Rentan Kena Kanker Hati?

Dapat disimpulkan bahwa olahraga di kantor memiliki banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Dengan menyisipkan aktivitas fisik dalam rutinitas kerja Anda, Anda dapat meningkatkan kualitas hidup Anda secara keseluruhan.

Tingkatkan kualitas kesehatan Sahabat dengan mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik di Rumah Sakit Karya Medika Bantar Gebang, Cikarang Barat, dan Tambun Selatan.

Mengatasi Stres Kerja: Tips Sederhana untuk Kesehatan Mental

Halo Sahabat Karmed, pernah merasa stres di tempat kerja? Jika iya, artikel ini bisa membantu Anda memahami stres kerja lebih lanjut.

1. Apa Itu Stres Kerja?

Stres kerja merupakan respons tubuh terhadap tekanan fisik atau emosional yang timbul dari tuntutan pekerjaan. Jika seseorang membiarkan stres menumpuk terlalu lama atau tidak dikelola dengan baik, stres dari pekerjaan dapat merusak kesehatan mental dan menurunkan kinerja kita di kantor. Beberapa indikator yang bisa menunjukkan stres dalam pekerjaan meliputi:

  • Tekanan dalam pekerjaan: tuntutan pekerjaan seperti deadline ketat dan beban kerja berlebihan seringkali membuat Sahabat merasa kewalahan dan bahkan tertekan. Sehingga kita merasa takut atau khawatir jika melakukan kesalahan. Hal ini dapat menimbulkan stres pada diri sendiri jika dibiarkan tidak ditangani terlalu lama.
  • Konflik Interpersonal: Setiap lingkungan kerja tidak pernah luput dengan masalah dengan rekan kerja atau atasan yang dapat memicu stres jika tidak langsung diatasi.
  • Ketidakpastian: Perubahan organisasi atau ketidakjelasan peran juga dapat menambah beban stres pada pekerjaan setiap orang. Karena di tengah pekerjaan yang menumpuk dan jadwal yang padat, kita harus belajar perubahan di perusahaan.
  • Tuntutan Fisik: Jam kerja yang tinggi, sering dinas ke luar, dan lingkungan kerja yang tidak nyaman atau tidak suportif juga berkontribusi pada beban stres.

2. Dampak atau Gejala Stres Kerja pada Kinerja Karyawan

Beban stres kerja yang dibiarkan berlangsung berkepanjangan dan tidak ditangani segera dapat mempengaruhi kinerja karyawan seperti:

  • Penurunan produktivitas atau performa: Masalah stres yang dibiarkan terlalu lama dapat mengganggu fokus pada pekerjaan, membuat banyak kesalahan, kreativitas dan inisiatif yang menurun.
  • Kehadiran tidak teratur: Stres dapat menyebabkan absensi yang lebih tinggi dan hilangnya minat untuk bekerja.
  • Gangguan kesehatan: Selain gangguan mental dan psikologis, penderita stres juga mengalami penurunan kesehatan yang disebabkan oleh kurangnya tidur dan makan, serta perubahan gaya hidup yang drastis, dan gangguan pencernaan.

3. Cara Mengatasi Stres saat Bekerja

Sebelum Sahabat karmed mengalami beban stres berat, Sahabat dapat mengetahui dampak atau gejala stres dan mulai mengatasinya dengan cara sebagai berikut:

  • Pahami Diri Anda: Kenali tanda-tanda stres seperti gelisah, sulit tidur, atau mudah marah, serta pelajari sumber masalah atau pemicunya. Sadari kapan Anda mulai merasa tertekan dan cari solusi yang sesuai.
  • Manajemen Waktu: Prioritaskan tugas, buat jadwal yang realistis, dan istirahat secara teratur. Jangan lupa untuk mengambil cuti jika diperlukan.
  • Komunikasi Efektif: Bicaralah dengan rekan kerja atau atasan jika merasa tertekan. Cari teman atau keluarga yang bisa dipercaya untuk berbagi rahasia dan membantu menangani stres.
  • Aktivitas Fisik: Olahraga membantu mengurangi stres dan meningkatkan mood. Coba rutin berjalan kaki, bersepeda, atau yoga.
  • Relaksasi dan Meditasi: Luangkan waktu untuk merilekskan pikiran. Meditasi atau teknik pernapasan dapat membantu mengurangi ketegangan.
  • Jaga Keseimbangan: Pisahkan pekerjaan dari kehidupan pribadi untuk memberikan waktu luang bagi diri sendiri, keluarga, teman, atau waktu untuk hobi.

Baca juga: Dampak Buruk Polusi Udara Terhadap Kesehatan

4. Kesimpulan

Sebagai pekerja kantoran maupun lapangan di Indonesia, penting untuk mengelola stres kerja agar tetap sehat secara fisik dan mental. Terapkan langkah-langkah di atas sebagai bagian dari rutinitas harian Anda. Ingat, kesehatan adalah aset berharga yang perlu dijaga. Jika Sahabat Karmed merasa stres berlebihan dan membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kesehatan jiwa. Di Rumah Sakit Karya Medika Bekasi, kami memiliki tim ahli yang siap membantu Anda mengatasi stres, kecemasan, dan masalah kesehatan mental lainnya. Jangan biarkan stres mengganggu pekerjaan Anda, segera jadwalkan kunjungan ke Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa di Rumah Sakit Karya Medika Bantar Gebang, Cikarang Barat, dan Tambun Selatan.   Info lebih lanjut Pelayanan Rumah Sakit Karya Medika Group, Sahabat Karmed bisa menghubungi : – Rs. Karya Medika I ( 0812-8696-1058 ) – Rs. Karya Medika II ( 0812-8080-1020 ) – Rs. Karya Medika BG ( 0813-9000-5698 ) Yuk kunjungi pelayanan Rumah Sakit Karya Medika Group terdekat dari kalian

Mengatasi Stres Kerja: Tips Sederhana untuk Kesehatan Mental

Halo Sahabat Karmed, pernah merasa stres di tempat kerja? Jika iya, artikel ini bisa membantu Anda memahami stres kerja lebih lanjut.

1. Apa Itu Stres Kerja?

Stres kerja merupakan respons tubuh terhadap tekanan fisik atau emosional yang timbul dari tuntutan pekerjaan. Jika seseorang membiarkan stres menumpuk terlalu lama atau tidak dikelola dengan baik, stres dari pekerjaan dapat merusak kesehatan mental dan menurunkan kinerja kita di kantor. Beberapa indikator yang bisa menunjukkan stres dalam pekerjaan meliputi:

  • Tekanan dalam pekerjaan: tuntutan pekerjaan seperti deadline ketat dan beban kerja berlebihan seringkali membuat Sahabat merasa kewalahan dan bahkan tertekan. Sehingga kita merasa takut atau khawatir jika melakukan kesalahan. Hal ini dapat menimbulkan stres pada diri sendiri jika dibiarkan tidak ditangani terlalu lama.
  • Konflik Interpersonal: Setiap lingkungan kerja tidak pernah luput dengan masalah dengan rekan kerja atau atasan yang dapat memicu stres jika tidak langsung diatasi.
  • Ketidakpastian: Perubahan organisasi atau ketidakjelasan peran juga dapat menambah beban stres pada pekerjaan setiap orang. Karena di tengah pekerjaan yang menumpuk dan jadwal yang padat, kita harus belajar perubahan di perusahaan.
  • Tuntutan Fisik: Jam kerja yang tinggi, sering dinas ke luar, dan lingkungan kerja yang tidak nyaman atau tidak suportif juga berkontribusi pada beban stres.

2. Dampak atau Gejala Stres Kerja pada Kinerja Karyawan

Beban stres kerja yang dibiarkan berlangsung berkepanjangan dan tidak ditangani segera dapat mempengaruhi kinerja karyawan seperti:

  • Penurunan produktivitas atau performa: Masalah stres yang dibiarkan terlalu lama dapat mengganggu fokus pada pekerjaan, membuat banyak kesalahan, kreativitas dan inisiatif yang menurun.
  • Kehadiran tidak teratur: Stres dapat menyebabkan absensi yang lebih tinggi dan hilangnya minat untuk bekerja.
  • Gangguan kesehatan: Selain gangguan mental dan psikologis, penderita stres juga mengalami penurunan kesehatan yang disebabkan oleh kurangnya tidur dan makan, serta perubahan gaya hidup yang drastis, dan gangguan pencernaan.

3. Cara Mengatasi Stres saat Bekerja

Sebelum Sahabat karmed mengalami beban stres berat, Sahabat dapat mengetahui dampak atau gejala stres dan mulai mengatasinya dengan cara sebagai berikut:

  • Pahami Diri Anda: Kenali tanda-tanda stres seperti gelisah, sulit tidur, atau mudah marah, serta pelajari sumber masalah atau pemicunya. Sadari kapan Anda mulai merasa tertekan dan cari solusi yang sesuai.
  • Manajemen Waktu: Prioritaskan tugas, buat jadwal yang realistis, dan istirahat secara teratur. Jangan lupa untuk mengambil cuti jika diperlukan.
  • Komunikasi Efektif: Bicaralah dengan rekan kerja atau atasan jika merasa tertekan. Cari teman atau keluarga yang bisa dipercaya untuk berbagi rahasia dan membantu menangani stres.
  • Aktivitas Fisik: Olahraga membantu mengurangi stres dan meningkatkan mood. Coba rutin berjalan kaki, bersepeda, atau yoga.
  • Relaksasi dan Meditasi: Luangkan waktu untuk merilekskan pikiran. Meditasi atau teknik pernapasan dapat membantu mengurangi ketegangan.
  • Jaga Keseimbangan: Pisahkan pekerjaan dari kehidupan pribadi untuk memberikan waktu luang bagi diri sendiri, keluarga, teman, atau waktu untuk hobi.

Baca juga: Dampak Buruk Polusi Udara Terhadap Kesehatan

4. Kesimpulan

Sebagai pekerja kantoran maupun lapangan di Indonesia, penting untuk mengelola stres kerja agar tetap sehat secara fisik dan mental. Terapkan langkah-langkah di atas sebagai bagian dari rutinitas harian Anda. Ingat, kesehatan adalah aset berharga yang perlu dijaga. Jika Sahabat Karmed merasa stres berlebihan dan membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kesehatan jiwa. Di Rumah Sakit Karya Medika Bekasi, kami memiliki tim ahli yang siap membantu Anda mengatasi stres, kecemasan, dan masalah kesehatan mental lainnya. Jangan biarkan stres mengganggu pekerjaan Anda, segera jadwalkan kunjungan ke Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa di Rumah Sakit Karya Medika Bantar Gebang, Cikarang Barat, dan Tambun Selatan.

 

Info lebih lanjut Pelayanan Rumah Sakit Karya Medika
Group, Sahabat Karmed bisa menghubungi :
– Rs. Karya Medika I ( 0812-8696-1058 )
– Rs. Karya Medika II ( 0812-8080-1020 )
– Rs. Karya Medika BG ( 0813-9000-5698 )
Yuk kunjungi pelayanan Rumah Sakit Karya Medika Group terdekat dari kalian

Sering Konsumsi Minuman Alkohol Rentan Kena Kanker Hati?

Klikdokter.com – Kanker hati adalah 1 dari 5 jenis kanker yang paling banyak mengakibatkan kematian.

Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), kanker hati menyebabkan lebih dari 700.000 kematian, dari 9 juta kematian akibat kanker.

Meski penyebab kanker sebenarnya belum diketahui pasti, namun penyakit ini sering dikaitkan dengan beberapa faktor risiko, seperti gaya hidup yang tidak sehat.

Salah satu gaya hidup tidak sehat yang dianggap berhubungan dengan terjadinya kanker hati adalah kebiasaan minum alkohol.

Apakah benar alkohol bisa menjadi penyebab kanker hati? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Bagaimana Alkohol Picu Kanker Hati?

Tidak hanya menyebabkan mabuk, alkohol bisa berefek jangka panjang bagi kesehatan tubuh.

Saat dikonsumsi dalam jumlah besar maupun dalam jangka waktu lama, alkohol dapat memunculkan gangguan hati yang disebut penyakit perlemakan hati akibat alkohol (alcoholic fatty liver disease).

Mekanisme pasti terjadinya penumpukan lemak pada peminum alkohol kronis masih belum jelas. Namun, hal ini diperkirakan berhubungan dengan kegagalan hati mencerna lemak dari proses metabolisme alkohol.

Hal ini bisa berlangsung cepat, bahkan hanya dua hari setelah mengonsumsi alkohol dalam jumlah sangat tinggi. Biasanya, akan tampak perubahan berupa munculnya lemak pada sel-sel hati setelah banyak konsumsi alkohol.

Hanya saja, bila konsumsi alkohol dihentikan, hati akan kembali normal. Lain halnya bila konsumsi alkohol dilanjutkan dalam jangka waktu lama, misalnya 10 atau 20 tahun.

Dalam jangka waktu lama, dampak konsumsi alkohol akan membuat hati Anda makin buruk. Timbunan lemak akan terjadi pada banyak sel hati dan akan sangat mengganggu fungsi hati.

Padahal, hati berfungsi untuk menetralkan zat berbahaya yang masuk ke tubuh, berperan dalam proses pencernaan lemak, dan pembentukan protein. Bayangkan bila fungsi hati terganggu akibat konsumsi alkohol.

Sampai saat ini, penyebab kanker hati belum diketahui secara pasti. Kendati demikian, ada beberapa hal yang membuat faktor risiko semakin tinggi, yaitu:

  • Hepatitis B dan C

Hepatitis B dan C adalah salah satu faktor risiko tertinggi penyebab kanker hati.

Kedua jenis hepatitis itu diduga menjadi penyebab 75 persen kasus kanker hati di seluruh dunia.

  • Sirosis Hati

Sirosis adalah pengerasan hati. Sirosis hati terjadi sebagai akhir dari infeksi hepatitis B maupun hepatitis C.

  • Perlemakan Hati Tipe Non-Alkoholik

Penyakit hati tipe non-alkoholik (non-alcoholic fatty liver disease/NAFLD) memang jarang terjadi.

Hanya saja, hal ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker hati, terutama pada kondisi yang tidak mendapat penanganan yang tepat.

  • HIV/AIDS

Ini sebenarnya bukan faktor risiko langsung. Hanya saja, orang dengan HIV/AIDS rentan mengalami infeksi lain, termasuk hepatitis B dan C.

Bila sampai terjadi, kedua jenis hepatitis tersebut akan menjadi kanker hati.

Cegah Kanker Hati, Jauhi Alkohol

Memang alkohol bukan merupakan satu-satunya penyebab utama kanker hati. Akan tetapi, alkohol tetap sangat berbahaya bagi organ hati, apalagi jika Anda sering mengonsumsinya dan berlangsung dalam waktu lama.

Untuk menekan risiko terkena kanker hati, terapkanlah gaya hidup sehat dan jauhi alkohol.

Selain itu, hindari pergaulan tidak sehat seperti melakukan seks bebas serta narkoba jarum suntik.

Dengan menerapkan perilaku pergaulan sehat, tentunya Anda akan terhindar dari risiko infeksi hepatitis B dan HIV, yang merupakan penyebab kanker hati.

Yang terakhir, lindungi diri dan keluarga dengan melakukan vaksinasi hepatitis terutama hepatitis B.

Demikian penjelasan mengenai hubungan antara konsumsi alkohol dan kanker hati.

Konsumsi alkohol dalam jangka panjang atau berlebihan dapat menimbulkan timbunan lemak pada sel hati, yang nantinya bisa mengganggu fungsi hati.

Oleh karena itu, untuk menekan risiko terjadinya kanker hati, terapkanlah gaya hidup sehat secara konsisten.

Baca artikel-artikel kesehatan lainnya hanya di aplikasi KlikDokter. Anda juga dapat tanya-tanya langsung dengan dokter melalui layanan Live Chat 24 jam.

Kenali, Penyebab dan Pencegahannya Alergi Dingin

Tirto.id – Musim penghujan telah tiba, perubahan suhu menjadi lebih dingin perlu diatasi, terlebih bagi para penderita alergi dingin.

Alergi dingin atau Cold urticaria adalah reaksi kulit terhadap dingin yang muncul dalam beberapa menit setelah paparan suhu dingin.

Dilansir dari Mayo Clinic, ketika terserang alergi dingin, kulit yang terkena akan menjadi kemerahan, serta gatal-gatal.

Masih dari sumber yang sama, orang dengan alergi dingin mengalami gejala yang sangat berbeda. Beberapa memiliki reaksi yang tidak signifikan, sementara yang lain memiliki reaksi yang parah, mulai dari tekanan darah rendah, pingsan, hingga syok.

Allergy Choices menjelaskan, sebagian besar kasus alergi dingin terjadi pada orang dewasa yang lebih muda, usia 18-25 tahun, tetapi umumnya dapat terjadi pada semua usia. Alergi dingin lebih sering terjadi pada wanita.

Gejala alergi dingin

Tanda dan gejala alergi dingin meliputi:

  • Kemerahan sementara, gatal-gatal pada area kulit yang terkena dingin
  • Reaksi yang memburuk saat kulit menghangat
  • Terjadi pembengkakan ketika tangan sambil memegang benda dingin
  • Pembengkakan bibir ketika mengkonsumsi makanan dingin atau minuman dingin

Reaksi yang lebih termasuk:

  • Respons seluruh tubuh (anafilaksis), yang dapat terjadi ketika alergi dingin di antaranya adalah pingsan, jantung berdebar, pembengkakan anggota badan, dan syok
  • Pembengkakan lidah dan tenggorokan, yang bisa membuatnya sulit untuk bernafas
  • Gejala alergi dingin dimulai segera setelah kulit terkena penurunan suhu udara mendadak atau air dingin.
  • Kondisi lembap dan berangin dapat membuat gejala suar lebih mungkin terjadi. Setiap fase dapat bertahan selama sekitar dua jam.
  • Reaksi terburuk umumnya terjadi ketika berenang di air dingin. Efeknya dapat berupa hilangnya kesadaran hingga tenggelam.

Apa yang menyebabkan alergi dingin?

“Sebagian besar, penyebab mula terjadi alergi dingin tidak dapat diidentifikasi,” kata dokter pakar alergi Demetrios Theodoropoulos, MD, DSc, MSc, FACMG, FAAP, kepada Allergy Associates of La Crosse.

“Kebanyakan kasus akan membaik seiring waktu. Kadang-kadang alergi dingin disebabkan oleh alergi yang mendasari infeksi pernapasan, seperti mycoplasma, atau masalah sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, penting untuk menemui dokter jika Anda mengalami jenis gatal-gatal ini. Kadang-kadang alergi dingin dapat dikaitkan dengan hemoglobinuria (urine merah atau berwarna seperti teh). Dalam hal ini, evaluasi oleh seorang spesialis sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Pencegahan alergi dingin

Kiat-kiat berikut dapat membantu mencegah alergi dingin yang berulang:

  • Minumlah antihistamin sebelum terpapar dingin.
  • Minum obat yang disarankan dokter sesuai resep.
  • Lindungi kulit Anda dari perubahan suhu yang dingin atau mendadak.
  • Jika Anda akan berenang, celupkan tangan Anda ke dalam air terlebih dahulu dan lihat apakah Anda mengalami reaksi kulit.
  • Hindari minuman dingin dan makanan untuk mencegah pembengkakan tenggorokan.
  • Jika dokter Anda meresepkan autoinjector epinefrin (EpiPen, Auvi-Q, lainnya), simpan dan bawa bersama Anda, untuk membantu mencegah reaksi serius.

Kurang Berolahraga Ternyata Dua Kali Lebih Berbahaya Ketimbang Obesitas

Depkes.go.id – Tahukah Anda, olahraga jalan cepat 20 menit per hari saja bisa membawa perubahan besar bagi tubuh kita? Aktivitas yang lamanya tak sampai 5 persen dari seluruh waktu yang kita miliki dalam sehari ini mampu mengurangi risiko kematian dini, terutama jika kita memang tergolong kurang aktif secara fisik.
Kesimpulan ini didapat para peneliti di Universitas Cambridge, Inggris, setelah menganalisa data lebih dari 330 ribu laki-laki dan perempuan yang menjadi partisipan dalam riset tentang hubungan antara kanker dan diet. Saat menganalisa, tim peneliti menemukan jumlah kematian akibat obesitas ternyata dua kali lebih banyak daripada mereka aktif secara fisik, meski hanya sedikit.
Untuk menilai hubungan antara kurangnya olahraga dan kematian dini, serta bagaimana hal ini berhubungan obesitas, tim peneliti menganalisis berbagai data, mulai dari tinggi badan partisipan, berat badan, ukuran pinggang, dan tingkat aktivitas fisik yang dilaporkan sendiri oleh partisipan. Mereka dianalisis selama 12 tahun, antara 1992 hingga 2000. Selama kurun waktu tersebut, lebih dari 21 ribu partisipan meninggal dunia.
Mereka menemukan, melakukan latihan fisik yang membakar kalori 90-110 per hari saja atau setara dengan berjalan cepat harian 20 menit sudah bisa memindahkan partisipan dari kelompok tidak aktif ke kelompok aktif moderat, serta mengurangi risiko kematian dini 16 -30%.
Hasil riset yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition ini benar-benar membuka mata, betapa berbahayanya hidup tanpa berolahraga sama sekali. Di Indonesia sendiri, survey yang dilakukan Perhimpunan Osteoporosis Indonesia baru-baru ini memaparkan fakta 4 dari 5 orang Indonesia tidak berolahraga secara rutin. Alasan terbesarnya adalah tidak adanya waktu. Masyarakat Indonesia pun masih menghabiskan waktunya rata-rata 10 jam dalam sehari, dengan aktivitas seperti duduk, bekerja di belakang meja, dan menghabiskan waktu berkendaraan.