
PROMO HUT 30TH RS KARYA MEDIKA CIKARANG BARAT


Dalam budaya kesehatan Indonesia, istilah “masuk angin” sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, dari sudut pandang medis, apa yang kita kenal sebagai “masuk angin” sebenarnya memiliki kemiripan dengan gejala flu atau common cold. Yuk Sahabat Karmed, mari simak lebih lanjut fakta masuk angin di bawah ini.
Masuk angin bukanlah diagnosis medis yang diakui secara internasional. Istilah ini merupakan persepsi budaya yang unik di Indonesia, di mana masyarakat percaya bahwa angin yang “masuk” ke dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai keluhan kesehatan. Contohnya, tubuh terasa lemas, demam, pegal, dan perut kembung.
“Masuk angin” biasanya disebabkan oleh kehujanan, angin dingin, atau kelelahan. Sementara itu, flu atau influenza adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan.
Di sisi lain, gejala yang sering dianggap sebagai masuk angin sebenarnya sangat mirip dengan gejala flu, seperti:
Masyarakat Indonesia sering mengatasi masuk angin dengan:
Dari perspektif kedokteran modern, apa yang kita sebut sebagai masuk angin sebenarnya bisa jadi merupakan:
Memahami bahwa masuk angin sebenarnya bisa jadi adalah flu atau kondisi medis lainnya penting karena:
Meskipun istilah masuk angin sudah mengakar dalam budaya Indonesia, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa kondisi ini sebenarnya bisa merupakan manifestasi dari flu atau kondisi medis lainnya. Pemahaman yang lebih baik akan membantu dalam penanganan yang lebih tepat dan efektif.
Masih banyak dari kita yang menganggap badan tidak enak sebagai penyakit masuk angin, tapi bisa jadi lebih dari itu! Ketahui fakta sebenarnya tentang masuk angin dan konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS Karya Medika terdekat atau Rumah Sakit Karya Medika 1 Cibitung. Klik di sini untuk mengetahui jadwal Dokter atau hubungi kami di 081218882298.
Sumber:
WHO (World Health Organization)
Kementerian Kesehatan RI
Widuri, A., & Suharto
Centers for Disease Control and Prevention

Seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan iklim global, Indonesia menghadapi tantangan baru dalam bidang kesehatan dengan munculnya berbagai penyakit menular yang perlu diwaspadai. Artikel ini akan membahas beberapa penyakit baru yang tercatat di Indonesia sepanjang tahun 2024.
Mpox atau yang sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet menjadi salah satu penyakit yang mendapat perhatian khusus di Indonesia. Kasus ini mulai terdeteksi di beberapa wilayah dengan karakteristik yang berbeda dari varian sebelumnya.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai:
Pneumonia atipikal muncul sebagai tantangan baru bagi sistem kesehatan Indonesia. Penyakit ini menunjukkan karakteristik yang berbeda dari pneumonia biasa dan memerlukan pendekatan pengobatan yang spesifik.
Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Nipah setelah beberapa kasus terdeteksi di negara tetangga. Meskipun belum ada kasus yang dikonfirmasi, surveillance terus dilakukan terutama di daerah perbatasan.
Masyarakat dapat berperan aktif dalam pencegahan melalui:
Kemunculan penyakit baru di Indonesia tahun 2024 memerlukan kewaspadaan dan kerjasama semua pihak. Pemahaman tentang karakteristik penyakit, gejala, dan cara pencegahannya menjadi kunci dalam pengendalian penyebaran.
Tahun 2024 membawa tantangan kesehatan baru, dari Mpox hingga Cacar Monyet. Jangan sampai kamu dan keluarga menjadi korban! Lindungi Sahabat Karmed dengan layanan UGD 24 jam Rumah Sakit Karya Medika Bantar Gebang atau RS Karya Medika terdekat. Sahabat juga dapat hubungi kami di +62-81390005698 atau kunjungi website kami di karyamedika.com/bantargebang.
Referensi:
Code Blue adalah istilah medis yang digunakan di rumah sakit untuk menandakan situasi darurat di mana seorang pasien mengalami henti jantung atau henti napas dan memerlukan intervensi segera. Saat Code Blue diumumkan, tim medis yang terlatih dalam tindakan darurat segera dikerahkan untuk memberikan resusitasi jantung paru (CPR) dan perawatan penyelamatan nyawa lainnya.
Bahaya utama dari situasi Code Blue adalah risiko kematian atau kerusakan otak permanen akibat kekurangan oksigen. Ketika jantung berhenti berdetak atau napas terhenti, otak dan organ vital lainnya mulai kekurangan suplai oksigen dalam hitungan menit, yang dapat menyebabkan kerusakan serius jika tidak segera ditangani.
Penyebab Code Blue bisa beragam, termasuk serangan jantung, aritmia (gangguan ritme jantung), pendarahan hebat, atau kegagalan pernapasan. Kondisi ini sangat kritis dan memerlukan intervensi segera untuk mengembalikan sirkulasi darah dan fungsi pernapasan pasien.
Saat Code Blue diumumkan, tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan teknisi medis segera merespons dengan langkah-langkah berikut:
Tindakan pertama yang diambil adalah melakukan CPR, yang melibatkan kompresi dada dan pemberian napas buatan untuk membantu mengembalikan sirkulasi darah dan oksigen ke tubuh pasien.
Jika pasien mengalami aritmia, tim medis akan menggunakan defibrilator untuk memberikan kejutan listrik ke jantung agar kembali ke ritme normal. Ini sangat penting dalam kasus seperti fibrilasi ventrikel atau takikardia ventrikel.
Tim medis juga dapat memberikan obat-obatan khusus untuk membantu memulihkan detak jantung dan sirkulasi darah pasien. Beberapa obat yang biasa digunakan termasuk epinefrin dan amiodarone.
Setelah pasien stabil, mereka akan dipindahkan ke unit perawatan intensif untuk pemantauan lebih lanjut. Prosedur lanjutan seperti pemasangan ventilator atau alat bantu lainnya mungkin diperlukan tergantung kondisi pasien.
Respon cepat dan tepat terhadap Code Blue dapat menyelamatkan nyawa pasien dan meminimalkan risiko kerusakan otak atau organ lainnya. Tim medis yang terlatih dan peralatan yang tepat adalah kunci untuk menangani situasi darurat ini.
Kesimpulan
Code Blue adalah sinyal penting yang menunjukkan adanya krisis medis yang memerlukan intervensi cepat. Dengan tindakan yang tepat, risiko fatal dapat dikurangi, dan nyawa pasien dapat diselamatkan.
💡 Jangan abaikan tanda-tanda darurat medis! Pastikan Sahabat Karmed selalu siap dan segera mencari bantuan medis di IGD 24 jam Rumah Sakit Bantar Gebang saat situasi kritis atau hubungi (0813-9000-5698).
Sumber: Cleveland Clinic dan American Heart Association
Air minum merupakan kebutuhan dasar yang penting untuk kesehatan. Saat ini, ada dua jenis air yang sering dijumpai di pasaran: air mineral dan air reverse osmosis (RO). Keduanya memiliki perbedaan dalam hal kandungan, proses, manfaat, dan kekurangannya. Mari kita bahas lebih lanjut.
Air mineral adalah air alami yang mengandung berbagai mineral penting seperti kalsium, magnesium, dan potasium. Mineral-mineral ini terjadi secara alami dari sumber air tanah atau mata air yang melewati lapisan batu dan mineral. Air mineral dikenal karena kandungan elektrolitnya yang baik untuk menjaga keseimbangan tubuh.
• Mengandung mineral alami yang baik untuk kesehatan tulang, jantung, dan fungsi otot.
• Membantu menjaga keseimbangan elektrolit tubuh, terutama setelah berolahraga.
• Beberapa air mineral juga dianggap memiliki rasa yang lebih menyegarkan karena kandungan mineralnya.
• Kandungan mineral yang tinggi, seperti natrium, bisa tidak sesuai untuk individu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti tekanan darah tinggi.
• Harga air mineral biasanya lebih mahal dibandingkan air biasa.
• Sumber air mineral harus berasal dari mata air yang dilindungi, sehingga kadang sulit dijamin keberlanjutannya.
Mayoritas masyarakat Indonesia masih memilih air kemasan sekali pakai karena praktis dan lebih terjangkau untuk mayoritas orang Indonesia. Selain itu, air reverse osmosis masih belum dikenal banyak orang dan banyak yang pelaku usaha air galon isi ulang menjual air RO untuk perumahan kelas menengah ke bawah. Isu air isi ulang kotor dan air RO yang terkesan mahal juga membuat masyarakat menghindari air ini. Namun, air RO justru sangat bermanfaat bagi orang yang sakit atau menjalani terapi, jika proses reverse osmosis dilakukan dengan benar.
Air Reverse Osmosis dihasilkan melalui proses penyaringan yang canggih menggunakan teknologi membran semipermeabel. Proses ini menyaring hampir semua kontaminan, termasuk mineral, bakteri, dan logam berat, sehingga menghasilkan air yang sangat murni.
• Air RO sangat murni karena sebagian besar kontaminan dan zat berbahaya telah dihilangkan, termasuk klorin, fluoride, dan logam berat.
• Cocok untuk individu yang membutuhkan air bebas mineral, seperti mereka yang sedang menjalani diet rendah natrium.
• Proses RO efektif menghilangkan bakteri dan virus, menjadikannya pilihan aman di daerah dengan kualitas air buruk.
• Karena proses RO juga menghilangkan mineral alami, air ini tidak mengandung mineral yang diperlukan tubuh. Minum air RO dalam jangka panjang mungkin memerlukan suplementasi mineral.
• Sistem RO biasanya memerlukan lebih banyak air untuk beroperasi, karena sebagian air terbuang dalam proses penyaringan.
• Rasa air RO mungkin lebih hambar karena ketiadaan mineral.
Baik air mineral maupun air reverse osmosis memiliki manfaat dan kekurangan masing-masing. Air mineral menawarkan mineral penting yang baik untuk tubuh, tetapi tidak cocok untuk semua orang. Sebaliknya, air RO sangat murni dan aman, tetapi kurang memberikan manfaat mineral alami. Apapun pilihan Anda, yang penting adalah memastikan Anda minum air yang aman dan sesuai dengan kebutuhan kesehatan pribadi Anda. Untuk kebutuhan air minum sehari-hari, pilihlah air yang sesuai dengan gaya hidup dan kondisi kesehatan Anda!
💧 Ingin tahu lebih banyak tentang air minum terbaik untuk kesehatan? Kunjungi Rumah Sakit 1 Cibitung dan konsultasikan kebutuhan kesehatan Anda dengan kami di nomor (021-8900190/191, 8903003/04)!
Sumber: Cleveland Clinic, WHO
Peningkatan kasus MPOX (Monkeypox) di berbagai negara, termasuk kemunculan varian baru yang lebih menular, telah menjadi perhatian global. Virus ini, meskipun tidak seagresif Covid-19, tetap memerlukan kewaspadaan dan pencegahan yang serius. Artikel ini akan membahas beberapa tips kesehatan yang dapat membantu Anda dan keluarga terhindar dari MPOX varian baru. Semua tips yang diberikan didasarkan pada panduan dari organisasi kesehatan terkemuka seperti World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
Kebersihan diri adalah langkah pertama dalam mencegah penularan berbagai penyakit, termasuk MPOX. WHO merekomendasikan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas di luar rumah, menyentuh hewan, atau setelah kontak dengan orang lain. Setidaknya, Sobat harus gunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol untuk membersihkan tangan agar bersih secara menyeluruh.
MPOX menyebar melalui kontak langsung dengan lesi kulit, cairan tubuh, atau droplet dari seseorang yang terinfeksi. CDC menyarankan untuk menghindari kontak fisik dengan orang yang menunjukkan gejala MPOX seperti ruam, demam, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Jika ada anggota keluarga yang terinfeksi, pastikan mereka diisolasi dari orang lain dan gunakan alat pelindung diri saat merawat mereka.
MPOX adalah penyakit zoonosis, yang berarti dapat menyebar dari hewan ke manusia. Hewan seperti tikus, tupai, dan primata liar diketahui bisa menjadi pembawa virus ini. CDC menyarankan untuk menghindari kontak dengan hewan liar dan meminimalkan interaksi dengan hewan peliharaan yang mungkin terpapar virus. Jika Anda harus menangani hewan, gunakan sarung tangan dan pastikan hewan tersebut dalam kondisi sehat.
Mengingat varian baru MPOX dapat menunjukkan gejala yang berbeda atau lebih intens, penting untuk selalu memantau kesehatan diri dan keluarga. WHO merekomendasikan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala seperti demam tinggi, ruam, atau nyeri pada kulit. Deteksi dini memungkinkan penanganan yang lebih cepat dan mengurangi risiko penyebaran virus.
Di lingkungan dengan risiko tinggi penularan, seperti fasilitas kesehatan atau area dengan kasus MPOX yang tinggi, penggunaan alat pelindung diri sangat penting. Masker, sarung tangan, dan pakaian pelindung dapat mengurangi risiko terpapar virus, terutama jika Anda harus merawat seseorang yang terinfeksi. WHO juga menyarankan tenaga kesehatan untuk menggunakan pelindung mata dan face shield saat menangani pasien MPOX.
Beberapa negara telah mulai mempertimbangkan penggunaan vaksin cacar sebagai langkah pencegahan terhadap MPOX, mengingat virus ini masih dalam keluarga yang sama dengan virus cacar. CDC dan WHO sedang memantau efektivitas vaksin ini terhadap varian baru MPOX. Jika vaksinasi tersedia di negara Anda, terutama bagi kelompok berisiko tinggi seperti tenaga kesehatan, sebaiknya pertimbangkan untuk divaksinasi.
Pengetahuan adalah kunci dalam pencegahan. Pastikan Anda dan keluarga memiliki informasi yang akurat mengenai MPOX, cara penularan, gejala, dan langkah-langkah pencegahan. Organisasi kesehatan seperti WHO dan CDC menyediakan sumber informasi yang kredibel dan selalu diperbarui sesuai dengan perkembangan terbaru.
Jika Anda harus melakukan perjalanan, terutama ke daerah dengan kasus MPOX yang dilaporkan, pastikan Anda mengikuti panduan kesehatan yang diberikan oleh otoritas setempat dan WHO. Hindari perjalanan yang tidak perlu ke daerah dengan wabah dan selalu lakukan pencegahan ekstra saat berada di tempat umum.
Mencegah penyebaran MPOX, terutama varian baru yang lebih menular, memerlukan kewaspadaan dan tindakan yang tepat. Dengan mengikuti tips kesehatan yang disarankan oleh WHO dan CDC, Anda dapat mengurangi risiko terinfeksi dan melindungi kesehatan diri serta orang-orang di sekitar Anda. Ingatlah bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan, dan dengan langkah-langkah sederhana ini, kita dapat bersama-sama mengendalikan penyebaran virus ini.
Jaga kesehatan Sahabat dan keluarga dengan layanan kesehatan yang andal dan terjangkau di Rumah Sakit Karya Medika Bantar Gebang. Sahabat Karmed juga bisa menghubungi RS Karya Medika Bantar Gebang di sini.
Source: WHO dan CDC.
Sekitar beberapa bulan yang lalu, kasus MPOX (Monkeypox) meningkat di beberapa negara dan menjadi perhatian institusi kesehatan dan masyarakat di beberapa negara. Meskipun laporan tentang kasus MPOX tidak sebesar Covid-19, peningkatan ini menimbulkan pertanyaan: apakah kita perlu mewaspadai MPOX dengan serius seperti kita menghadapi Covid-19? Untuk menjawab pertanyaan ini, penting untuk memahami lebih dalam tentang MPOX, penularannya, gejalanya, serta bagaimana perbandingannya dengan pandemi Covid-19 yang telah mengubah kehidupan kita.
MPOX merupakan penyakit sejenis zoonosis yang disebabkan oleh virus Monkeypox, serta bagian dari anggota keluarga virus yang sama dengan virus cacar air. Meskipun namanya mungkin menimbulkan kekhawatiran, sumber MPOX sebenarnya pertama kali diidentifikasi dari seekor monyet tahun 1958 di Denmark. Penelitian tersebut menggunakan monyet, namun hewan pengerat dan hewan liar lainnya juga bisa menjadi sumber infeksi. Kemudian, kasus MPOX dengan pasien manusia pertama muncul sekitar tahun 1970 di negara Republik Demokratik Kongo.
Gejala virus MPOX mirip dengan cacar, meski biasanya lebih ringan. Orang yang terpapar virus MPOX memiliki kemungkinan untuk mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, ruam yang menyebar ke seluruh tubuh demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Ruam ini berubah dari bintik-bintik merah menjadi lepuh berisi cairan yang akhirnya mengering dan mengelupas.
MPOX menular melalui kontak fisik secara langsung dengan cairan seperti darah, cairan tubuh, serta lesi kulit yang didapati dari hewan atau manusia yang terjangkit MPOX. Penularan antar manusia biasanya memerlukan kontak fisik dengan dekat, contohnya seks atau terpapar droplet yang mengandung virus MPOX.
Meskipun kasus MPOX meningkat, penting untuk menempatkannya dalam konteks yang benar. Covid-19 adalah penyakit pernapasan yang sangat menular dengan penyebaran global yang cepat, sementara MPOX memiliki pola penyebaran yang jauh lebih terbatas. Covid-19 menyebar melalui udara dan bisa ditularkan oleh orang yang terinfeksi bahkan sebelum mereka menunjukkan gejala. Inilah yang membuat Covid-19 sangat sulit dikendalikan dan memerlukan tindakan pencegahan yang luas.
Sebaliknya, MPOX biasanya tidak menyebar semudah Covid-19. Mayoritas kasus MPOX terjadi di daerah endemik di Afrika Tengah dan Barat, dengan penularan antar manusia yang lebih jarang dan lebih lambat. Meski demikian, peningkatan kasus di luar daerah endemik tetap perlu diwaspadai, terutama dalam populasi yang berisiko atau di lingkungan yang memungkinkan kontak dekat yang intens.
Secara umum, meskipun MPOX adalah penyakit yang serius dan memerlukan perhatian medis, risiko penyebaran yang relatif rendah dan bisa pulih dalam 3 hingga 4 minggu. Namun, beberapa kasus MPOX menunjukkan gejalanya yang fatal seperti kematian. Peningkatan kasus MPOX menunjukkan pentingnya kewaspadaan, pemantauan, dan pencegahan, terutama di daerah dengan kasus yang muncul.
Untuk populasi umum, edukasi tentang cara penularan dan gejala MPOX penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Bagi mereka yang bekerja di bidang kesehatan, perlindungan diri, pelacakan kontak, dan isolasi kasus yang terkonfirmasi adalah langkah-langkah kunci untuk mengendalikan wabah.
Kesimpulan
MPOX bukanlah ancaman yang sama dengan Covid-19, tetapi peningkatan kasus ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh lengah. Dengan tindakan pencegahan yang tepat dan penanganan yang cepat, risiko penyebaran MPOX dapat diminimalkan. Masyarakat dan otoritas kesehatan harus tetap waspada dan siap untuk bertindak, memastikan bahwa penyakit ini tidak berkembang menjadi masalah kesehatan global yang lebih besar.
Jika Sahabat merasa kurang sehat atau memiliki gejala – gejala akan sakit, segera konsultasikan dengan Dokter kami di Rumah Sakit Karya Medika 1 Cikarang dan hubungi kami di 0812-8696-1058 dapatkan pelayanan Kesehatan terbaik.
Merokok tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan paru-paru dan jantung, tetapi juga dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes tipe 2. Bagi sejumlah besar perokok, berhenti merokok mungkin tampak sulit, tetapi manfaat kesehatan yang diperoleh sangat signifikan. Salah satunya adalah penurunan risiko terkena diabetes tipe 2. Yuk, simak lebih lanjut bagaimana berhenti merokok dapat membantu mengurangi risiko penyakit ini.
World Health Organization (WHO) menyatakan berhenti merokok memiliki keuntungan seperti menurunkan Tingkat risiko pengembangan diabetes tipe 2 sekitar 30 hingga 40%. Angka ini cukup signifikan mengingat bahwa diabetes tipe 2 adalah penyakit yang dapat berdampak serius pada kualitas hidup seseorang. Mengapa merokok meningkatkan risiko diabetes tipe 2?
Rokok memiliki dampak terhadap pengguna seperti resistensi insulin, dimana kondisi tubuh tidak bisa menyerap insulin dengan efektif. Hormon insulin berfungsi untuk mengatur kadar gula darah, jika tubuh kekurangan insulin maka kadar gula dapat menyebabkan peningkatan kandungan gula darah dan bahkan diabetes tipe 2. Selain itu, merokok juga berkontribusi pada peradangan dan stres oksidatif, yang merupakan faktor risiko tambahan untuk pengembangan diabetes.
Berhenti merokok memberikan berbagai manfaat kesehatan yang hampir seketika. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kamu harus mempertimbangkan untuk berhenti merokok sekarang juga:
Berhenti merokok memang tidak mudah, tetapi dengan pendekatan yang tepat, kamu bisa melakukannya. Berikut beberapa tips yang dapat membantu:
Berhenti merokok adalah salah satu langkah terbaik yang dapat kamu ambil untuk meningkatkan kesehatanmu secara keseluruhan. Selain mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker, berhenti merokok juga dapat menurunkan risiko pengembangan diabetes tipe 2 secara signifikan. Mulailah perjalanan menuju hidup sehat tanpa asap rokok hari ini. Jika Sahabat mengalami masalah pernapasan, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Paru kami di Rumah Sakit Karya Medika Bantar Gebang.
Kehamilan merupakan bagian dari perjalanan hidup yang sangat membahagiakan orang tua dan juga menegangkan. Momen ini sangat penting bagi calon orang tua untuk memantau perkembangan dan Kesehatan janin secara menyeluruh. Salah satu metode pemantauan yang paling umum dan efektif adalah Ultrasonografi (USG), yaitu salah satu prosedur medis untuk mengambil gambar janin di dalam rahim menggunakan gelombang suara. Layanan USG sangat penting dilakukan pada setiap trimester kehamilan untuk memastikan perkembangan janin yang optimal dan mendeteksi potensi masalah sedini mungkin. Berikut adalah penjelasan mengenai peran layanan USG pada tiap trimester kehamilan.
Pada trimester pertama, USG memiliki beberapa peran penting:
USG pada trimester kedua sering disebut sebagai USG anatomi, yang memiliki tujuan sebagai berikut:
Pada trimester ketiga, USG digunakan untuk:
Layanan USG merupakan bagian penting dari perawatan kehamilan yang komprehensif. Dengan melakukan USG pada setiap trimester, calon ibu dapat memastikan bahwa janin berkembang dengan baik dan mendeteksi potensi masalah sedini mungkin. Hal ini memungkinkan penanganan medis yang cepat dan tepat, yang sangat penting untuk kesehatan ibu dan bayi. Jika Sahabat ingin mengetahui lebih lanjut untuk kondisi janin, segera konsultasikan dengan Dokter spesialis Kandungan di Rumah Sakit Karya Medika Bantar Gebang dan dapatkan pelayanan Kesehatan terbaik.

Di era digital ini, banyak orang, terutama generasi muda, menghabiskan waktunya dengan duduk berjam-jam di depan komputer, baik untuk bekerja maupun bersantai. Gaya hidup sedentari ini dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan, seperti obesitas, penyakit jantung, dan diabetes.
Berikut adalah cara agar Sahabat Karmed tetap aktif walaupun sedang bekerja:
Baca juga: Kenali, Penyebab dan Pencegahannya Alergi Dingin
Oleh karena itu, penting untuk tetap aktif bergerak, bahkan saat sedang bekerja. Kabar baiknya, tidak perlu menghabiskan waktu lama di gym untuk berolahraga. Ada banyak cara untuk menyisipkan aktivitas fisik dalam rutinitas kerja Anda, dan Anda akan merasakan manfaatnya bagi kesehatan fisik dan mental.
Baca juga: Kurang Berolahraga Ternyata Dua Kali Lebih Berbahaya Ketimbang Obesitas
Dapat disimpulkan bahwa olahraga di kantor memiliki banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Dengan menyisipkan aktivitas fisik dalam rutinitas kerja Anda, Anda dapat meningkatkan kualitas hidup Anda secara keseluruhan.
Tingkatkan kualitas kesehatan Sahabat dengan mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik di Rumah Sakit Karya Medika Bantar Gebang, Cikarang Barat, dan Tambun Selatan.